Blog Archive

Tuesday, April 10, 2018

BUMI






                                    BUMI TEMPAT  AKU BERKARYA

Dentuman keras  pembelahan suatu planet raksasa  pertanda  hari jadimu
Kau berpasangan dengan langit biru nan ceria
Lumut dan perdu menyelimuti wajah  nan  suci
Gunung gunung meninggi bak pasak kekuatan kau  berdiri

Mata air nan jernih gemericik,  menyapa   alam berseri, menyirami biji
Sepi dari pertikaian , permusuhan bahkan  pertumpahan darah
Kau terhampar luas tempat Ayah Bunda  melepas syurga pertama
Dan  kau  tahu diri  tak  sanggup   menjadi pengemban amanah risalah Illahi

Aku dan semua tak mengenali usiamu yang sebenarnya
Wajahmu kusam penuh asap dan debu
Kulitmu keriput , kering karena pepohonan telah hilang
Perutmu tak elok karena logam  mulia   telah terangkat entah kemana
Tulangmu  mengeropos  karena terekploitasi cairan   dari  sari sumsummu
Kau demam karena  tiupan angin kencang   menerpa tubuhmu silih berganti

Bumi
Kau tempat  aku dan semua  berkarya
mengukir indah kehidupan, mengekpresikan kemahiran
Kau tempat  aku dan semua  berlari mengejar impian
Namun aku dan semua menumbuhkan  kegalauanmu
Menambah lukisan   kerut wajahmu, mengundang  kegelisahanmu

Hingga kau meluapkan amarah dengan gerakan misterimu
Kau menangis dan menjerit  mengundang empati  untuk  peduli
Kau keluarkan cairan perut hingga membanjiri banyak negeri
Kau  berkipas hingga bangunan terhempas
Kau  meronta hingga gempa luluh lantahkan kota
Kau mengaung menggetarkan ribuan jiwa

Bumi
Maafkan aku dan semua
Walau terlanjur salah aku dan semua mengerti pentingnya dirimu
Walau terlanjur luka aku meminta  minumlah obat agar kau kembali sehat
Walau terlanjur menderita  hijaulah  permukaanmu lantaran tanaman  didapat
Kencangkan kembali kulitmu lantaran terpelihara kembali mata air 

Bumi
Kuatkanlah tubuhmu lantaran semua ini
Tahanlah gejolak gerakmu  walau peluru dan meriam menembusmu
Tahanlah untuk selalu  serasi  pertanda masih ada hari
Aku dan semua smoga bisa  menjaga dan merawat  hingga akhir nanti
Agar aku dan semua lega di hari pertanggung jawaban nanti

Lombok Timur,  Des 2017






 

 





Monday, April 9, 2018

KELUARGA DAN KARAKTER MULIA



KELUARGA DAN PENDIDIKAN KARAKTER

Sering kita mendengar atau berkata tentang ‘keluarga’. Keluarga besar, keluarga sejahtera, keluarga bahagia, keluarga idaman, pendidikan keluarga, taman keluarga ,  atau keluarga berantakan. Frase itu memiliki pengertian sesuai semesta pembicaraannya. Sebelum kita berbicara pada tema ‘pendidikan keluarga’ kali ini, ada baiknya kita ketahui arti kata ‘keluarga’ terlebih dahulu. Keluarga menurut KBBI adalah(1) ibu dan bapak beserta anak-anak;  seiisi rumah (2) adalah orang seiisi rumah yang menjadi tanggungan ;batin.
Sedang dalam istilah, keluarga memiliki beberapa pengertian. Misalnya menurut M. Shalih Karim (2012), keluarga adalah unit terkecil dari susunan kelompok masyarakat berupa pasangan suami istri, mempunyai anak atau tidak mempunyai anak.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah masyarakat terkecil yang memiliki otonomi dan keberadannya tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat yang lebih luas. Keluarga

 merupakan inti dari keberadaan masyarakat. Keluarga memiliki peran sebagai sebagai tempat berbagi suka, duka, kasih sayang, perhatian, kenyamanan, rasa takut atau hawatir, dan sebagainya.
Keberadaan keluarga ini tentu saja melalui sebuah perencanaan dari orang-orang sebelumnya. Dan tidak terepas dengan perencanaan Sang Maha Pencipta. Adam as bertemu dengan Ibu Hawa dan memiiki beberapa anak yang kembar, sehingga anak-anak melangsungkan kehidupan dengan berkeluarga. Hingga manusia naman now bahkan jaman akhir nanti akan mengalami beberapa persamaan.
Mereka memiliki nafsu biologis yang alami. Mereka saling membutuhkan, dan mereka memiliki rasa kecenderungan terhadap seseorang. Sebuah contoh Ali sudah berusia 25 tahun, hatinya gelisah sepanjang waktu. Dia tidak tahu apa penyebab utamanya. Dia sampaikan kegelisahannya ini kepada orang tuanya. Maka orang tua dapat membantunya. Orang tua ikut memikirkan masalah putranya. Berbagai cara mereka mencari informasi, akhirnya Ali ditawarkan dengan sebuah solusi untuk menikah. Ali mengungkapkan kecenderungannya untuk menikahi wanita yang dia kenal. Dikuatkan dengan istiharaah (doa meminta pilihan yang tepat), Ali dapat menikah dan bahagia.
Berbeda dengan Cecep yang sangat cenderung mencintai Feny. Mereka saling mengenal dan sangat akrab. Keluarganya saling mendukung. Lima tahun kemudian mereka menjadi orang ‘sukses’. Perekonomian sangat bagus, mereka cerdas dan berprestasi dalam dunia karier. Mereka menikah, pesta besar dan luar biasa ramainya.  Tetapi tidak sampai satu tahun  umah tangga mereka berantakan. Mereka bercerai dan  
Mengapa dua hal di atas dapat terjadi? Rumah tangga adalah tempat unik untuk saling menentramkan anggotanya. Bukan sekedar untuk melepaskan angan angan belaka. Anggota keluarga memiliki hak dan kewajiban yang saling menentramkan. Mereka memiliki kemauan yang sungguh-sungguh untuk mendahulukan  kewajiban dari pada hak. Sehingga mereka mampu menghadapi tantangan dan hambatan yang kadang tidak disangkanya.
Keluarga yang diidamkan biasanya sering disebut dengan ‘keluarga sakinah’. Sakinah artinya rasa tentram dan damai, terpenuhi unsur hajat hidup spiritual dan material secara layak dan seimbang. Keluarga  sakinah adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat spiritual dan material yang layakdan seimbang, diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarganya dan lingkunganna secara selaras, serasi, serta mampu mengamalkan, menghayari dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia.(M. Salih Karim:2012).
Dalam keluarga sakinah, masing-masing anggota dapat meyakinkan dirinya bahwa sesuatu yang telah terjadi adalah ada yang mengaturnya. Mereka saling menerima dan siap menghadap ketentuanNya. Mereka gigih menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya arena yakin semuanya akan menaatkan balasan di masa akhirnya kelak.
Dalam keluarga sakinah bukan berarti tidak ada tangtangan. Tetapi masalah yang timbul dapat diselesaikan. Mereka mengakui hokum kausatif atau sebab akibat. Sehingga intropeksi diri/ mawas diri untuk menemukan kesalahan diri  menjadi sifat yang melekat pada kepribadiannya. Bukan sebatas menyesali kesalahannya, tetapi mereka berupaya memecahkan masalahnya dengan menciptakan iklim komunikatif yang kondusif.
Mereka komunikatif. Mereka mudah bermusyawarah dan komitmen dalam menjalankan keputusan bersama. Mereka bisa saling berbagi pendapat dan menghargainya. Bagi seorang istri yang dikaruniai berpikir lebih  bagus tidak tampak mendekte suaminya, tetapi mampu mengekspresikan kelebihan pikirannya dengan baik dan menghornati suamiya. Bagi suami yang tegas dapat santun mengemukakan ketegasannya untuk kebaikan bersama.
 Mereka saling menghargai segala kelebihan dan menerima kekurangannya. Sehingga bisa menjalankan kesepakatan yang dibuat bersama dan melangkah untuk menggapai cita yang diharapkan. Kelebihan anggota keluarga dapat dijadikan peluang untuk menggapai tujuan bersama. Sedang kekurangannya dapat dijadikan peluang untuk perbaikan bersama.
Mereka saling percaya. Satu sama lain memiliki rasa amanah terhadap diri dan yang lainnya. Masing-masing diri dapat menunjukkan kejujurannya dalam perkataan maupun perbuatan. Sehingga rasa saling curiga dan tidak percaya dapat tersingkirkan secara alami. Mereka menjaga diri dari terjerumusnya perkataan atau perbuatan yang merugikan. Mereka tidak memupuk bohong dan atau perselingkuhan dalam berbagai urusan.
Keluarga sakinah itu anggotanya terdidik. Terdidik bermakna selalu berproses dalam upaya sengaja mendewasakan semua anggota keluarga. Proses ini telah direncanakan  dengan baik. Dari mereka sebelum menikah teah memiliki konsep idial tentang pasangannya. Tentang mensikapi kekurangan dan kelebihan pasangannya. Tentang unt menerima kehadiran buah hatinya. Tentang cara membangun dan mempertahankan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga yang terdidik, masing masing orang dewasa yang ada di dalamnya mendidik diri terlebih dahulu sebelum mendidik orang lain. Keberhasilan mendidik adalah adanya perubahan diri dan juga perubahan yang dididik. Sehingga subyek dan obyek pendidikan sama-sama mengalami perubahan ke arah positif. Mereka komitmen dan konsisten menerapka aturan pendidikan pada keluarganya.
Orang dewasa pertama adalah kepala keluarga yaitu suami. Dia berperan sebagai top maneger. ‘Lelaki adalah peminpin bagi perempuan’. Orang dewasa kedua adalah istri. Dia memliki tugas pokok sebagai pengurus harian di bawah suami. Dia pendamping suami dalam suka maupun duka. Dia sayap kanan, agar suami dapat terbang meraih kebahagiaan. Dia tempat melepas kepenatan dan kegalauan. Dan seorang istri harus sanggup 24 jam berada di bawah kaki suami. Dia tunduk patuh dan taat terhadapnya setelah tunduk, patuh dan taat Sang Maha Pencipta dan RasulNya.
Kedua orang dewasa ini telah siap mendidik sepenuh hati kepada putra putrinya. Mereka mendidiknya sejak dalam proses pembuahan. Saat kelahirannya di dunia fana. Saat balita dan seterusnya  hingga dewasa atau sampai mereka membentuk keluarga baru.

Bagaimana mereka mendidik?

Mendidik merupakan suatu upaya mengantarkan anak didik ke arah  kedewasaan baik secara rohani maupun jasmani. Mendidik  dapat bermakna  upaya  pembinaan  pribadi, sikap mental dan ahlaq anak didik. Mendidik merupakan tranfer of kwowledge sekaligus transfer of values. Mendidik juga bermakna  mengajak (memotivasi, mendukung, membantu, menginspirasi ) orang lain untuk melakukan tidakan positif yang bermanfaat bagi diri dan orang lain serta lingkungan. Mendidik juga merupakan proses  membuat proses tunas berkembang  baik menjadi besar, sehingga awal pendidikan merupakan proses perjalanan hidup di masa yang akan datang.
Pendidikan keluarga diawali dari dini. Yaitu saat anak dalam proses pembuahan. Agama apapun mengajarkan tata cara perkawinan yang syah. Perkawianan ini merupakan batas haramnya pergaulan calon suami dan calon istri menjadi halal. Mereka menjadi pasangan  suami –istri yang sah. Perkawinan eupaka ikatan sakral yang memerlukan bukti. Ada saksi dan juga sangat perlu ada hitam di atas putih.
            Perkawinan menghalalkan terobosan untuk memiliki keturunan. Oleh karena itu mereka sejak sebelum mempertemukan calon janin terlebih dahulu berharap kepada Sang Pencipta. Mereka membaca doa sesuai keyakinannya masing-masing. Khususnya dalam ajaran Islam ada doa yang dicontohkan oleh Nabi besar Muhammad SAW.


            Saat sang istri hamil, suami terus mendidik dan menstabilkan perubahan emosinya. Wanita mengalami banyak perubahan, terutama hormone kehamilan.(Hormon HCG= Human Chorionic Gonadotrophin, HPL= Humaan Placental Lactogen,Relaxin, Estrogen, Progesteron dan MSH= Melanocyte Stimulating Hormone). Dia juga mengalami  dan perubahan psikologis serta perubahan bentuk fisik. Hal ini memerlukan upaya untuk selalu bahagia baik dari diri sendiri maupun dari orang terdekatnya.
Sejak saat itulah suami mulai andil mendidik anak melalui kejiwaan istri. Sedang  sang istri adalah menjadi guru bagi buah hatinya. Hatinya, fisiknya, pikirannya mulai terfokus pada janin.  Keadaan jiwa raganya mulai dirasakan oleh janinnya. Lelah, lapar maupun kesal janin ikut merasakan. Demikian juga bahagia, cukup nutrisi dan cukup istirahat ikut pula dirasakan oleh janinnya. Makanan janin mengambil dari badan istri. Kemanpun istri bergerak janin selalu menempel pada perutnya. Ucapan yang dilahirkan maupun disembunyikan sang istri bayilah yang menjadi pendengar setia selain Sang Maha Pencipta. Sang janin merekam  kuat dalam memori serta bentuk pola perkembangannya dan pertumbuhannya.
Dalam proses kelahiran, ibu bejuang dengan jiwa raga. Suami sangat layak memberikan suport dan juga memaafkan semua kesalahan istri agar proses melahirkan lebih mudah. Tetapi jika suami tidak ada di tempat karena urusan yang dapat dipertanggung jawabkan maka suami bisa meminta maaf dan meminta bantuan kepada saudara untuk memberikan motivasi kepada istri dan keluarganya. Agar tidak ada kesedihan dan juga kesalah pahaman tentang dirinya.

Saat bayi lahir mereka memperdengarkan kalimat terbaik seperti suara adzan dan iqomah pada telinga kanan dan kirinya. Mereka melakukan amalan sebagaimana Rasul mencontohkannya. Ada pemberian nama yang baik, ada aqikah, ada memotong rambut dan ada sodakoh.
            Suami istri, kini telah dipanggil sebagai Bapak dan Ibu. Mereka melindungi dengan penih kasih sayang. Rasa sentuhan udara yang berbeda dan pendengaran serta penglihatan mulai dia alami. Foler rekamnnya aktif baik dalam keadaan terjaga maupun tidur. Asupan ASI tetap mengalir dari ibu. Maka bayi mulai tumbuh dan berkembang.
            Bayi menjalani masa pendidikan bersama keluarga. Siapapun orang di dekatnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Tanggung jawab utama ada pada ibu yang berinteraksi langsung dan lebih dominan terhadapnya. Berat memang bagi seorang ibu.

Proses Pendidikan itu dari mana?

Ibu adalah sekolah utama. Pepatah  bahasa Arab mengatakan al ummu madrosatul uula iza a’dataha a’data sya’ban thoyyibal a’roq. Artinya Ibu adalah madrasah awal bagi anak , bila engkau mempersiapkannya  maka engkau telah  mempersiapkan generasi terbaik. Kalimat tersebut tersirat makna dari seorang ibu yang berkarakter  mulia akan melahirkan anak yang berkarakter  mulia, bila diberikan padanya  proses pendidikan yang mulia juga.
Para tokoh pendidikan dan psikolog menemukan masa emas anak adalah pada usia ….Usia ini anak-anak masih dalam asuhan orang tua bukan ? Mereka membutuhkan perhatian yang cukup dalam segala aspek. Stimulan untuk merangsang pertumbuhan aspek mental, sosial, moral, fisik, intelektual dan lainya harus cukup diterimanya. Agar pertumbuhan dan perkembangan tumbuh positif dan kuat.
            Mereka memasuki lingkungan pendidikan keluarga. Bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka makan, bagimana mereka menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.  Sikap mereka mencerminkan sikap orang tua. “Air bercucuran atap jatuh ke pelimbahan juga’. Sehingga orang tua bisa bercermin diri terhadap anak. Bahasa dan sikap anak ketika mereka berada pada lingkungan lain adalah hasil proses pendidikan dalama keluarga.
            Orang tua tentuya tidak berpikir untuk melepaskan tanggung jawab pendidikan kepada pihak lain. Misalnya di rumah ada asisten rumah tangga, mereka cukup mengandalkannya untuk mengasuh anak sepenuhnya. Di playgrup atau PAUD atau TK mereka serahkan kepada guru. Dan masa SD dan SMP merekalepas begitu saja. Karena asisten rumah tangga dan guru di sekolah bukanlah penangung jawab utama terhadap pendewasan mereka. Orang tua haruslah menyempatkan diri menemani anak-anak dengan keteraturan dan perhatian sepenuh hati.
            Menjadi bahan renungan bersama, waktu dan bentuk perhatian kepada anak. Asisten rumah tangga bisa jadi memperhatikan anak asuhnya bila orang tuanya ada di sampingnya. Sedangkan saat orang tua jauh darinya, mereka kadang lebih asyik dengan pekerjan lainnya. Sehingga belum tentu perhatian yang diberikan itu sesuai dengan yang kita harapkan. Contoh kasus cukup mengerikan di sekitar kita. Babby sister menyiksa bayi majikannya http://m.tribunnews.com/2008/01/29. Dan lain sebaginya cukup banyak kasus yang terjadi.
            Jaman now, yang dominan dengan kemajuan alat komunikasi yang canggih juga tidak berarti semua sibuk dengan gadgednya masing-masing.  Janganlah terjadi  suasana aneh di rumah kita. Mata tak berkedip, telinga tak mendengar bakan hati tidak terespon dengan panggilan orang tua bagi anak. Atau orang tua lebih memperhatikan handpone dan mengejar uang tanpa menghiraukan tangis dan ungkapan anak.
            Orang tua janganlah meniru kasus masa lalu yang menjadi catatan sejarah pada masa Umar Ibnul hottob. Orang sudah kebingungan menghadapi tingkah laku anaknya. Namun ternyata kesalahan utama adalah pada diri orang tua tersebut.
            Dalam satu riwayat dikisahkan ada seorang Bapak  dan anaknya  yang menemui Kholifah Umar Ibnul Khottob kemudian mengadukan tentang anaknya yang durhaka . Kemudian  Kholifah Umar menegur si anak.
Umar Ra:  “tidakkah kamu tau bahwa durhaka kepada orang tua merupakan hal yang mengundang murka ALLah?  bisa membuat kerugian yang besar ?”.
 Anak : “Wahai Amirul Mukminin, jangan tergesa gesa mengadiliku, jika seorang ayah mempunyai hak terhadap anaknya, bukankah anak juga punya hak terhadap ayahnya ?”.
Umar Ra : “ya benar “
Anak     : “apa hak anak terhadap ayah , wahai amirul mukminin ?”
Umar ra : “ada tiga, yaitu  p ertma hendaklah  ia memilih  calon ibu yang baik bagi putranya, kedua, henhaklah ia menamainya dengan nama yang baik, dan yang ketiga hendaklah ia mengajarkan Alquran.”
Anak : “Wahai amitrul mukminin , ayahku tidak melakukan satupun dari tiga hal tersebut.
            Ia tidak memilih calon ibu yang baik bagiku, ibuku adalah seorang hamba sahaya yang buruk yang dibeli dipasar seharga dua dirham (semodel pelacur). Setelah lahirpun ayah menamaiku -Ju’al.(sejenis kumbang yang yang berkubang pada kotoran ) dan dia tidak pernah mengajariku al Quran walau satu ayatpun.”
Umar Ibnul Khottob ra menghampiri ayahnya dan berkata “Engkaulah yang mendurhaikanya sewaktu ia kecil, pantaslah kalau anak itu  mendurhaikaimu sekarang.”

            Demikian juga di sekolah. Jika komunikasi orang tua siswa dengan pihak sekolah berjalan baik, maka anak akan mendapatkan perhatian dari kedua belah pihak dengan baik. Jika ada masalah pada anak maka akan lebih cepat dapat terselesaikan oleh keduanya. Tetapi jika orang tua hanya menyerahkan kepada sekolah, sangat dimungkinkan anak akan mencari pehatian ke tempat lain. Mereka dapat membentuk kelompok kelompok tertentu. Kelompok ini adakalanya positif dan ada kalanya negatif. Bahayanya jika kelompok yang diikutinya adalah negatif, maka suatu saat orang tua akan merasakan dampaknya. ‘Anak polah bopo kepradah’.
           
           


 



DARI MANA TERBENTUKNYA SOPAN SANTUN?


DARI MANA SOPAN SANTUN ITU TERBENTUK ?

Beberapa anak itu bermain tebak huruf  dengan mengurutkan jari. Siapa yang terkena huruf tertentu maka menyebutkan nama binatang yang berawalan huruf  itu. Mereka saling memperhatikan . “Yeahh, Rani terbanyak menyebut nama buah buahan dengan huruf  ‘J’. Dia dapat juara.” Suara Ida gembira.
“Yaa…Aku dapat dua. Gak apa-apa kan?” Kata Tanti mengalah. Mereka bermain dengan sportif dan menyenangkan. Kemudian mereka merapikan mainan dan membersihkan halaman sebelum meninggalkan halaman.
Peristiwa di atas merupakan proses belajar sambil bermain. Mereka menujukkan hal-hal yang baik dan saling memahami antar teman dan juga aturan bermain. Mereka tidak memperdengarkan kata-kata kotor, dan juga tidak menunjukkan  kedengkian  atas kekalahannya. Mereka berprilaku sopan.
Apakah sopan santun  itu?
Sopan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ada tiga pengertian yaitu:
(1) hormat dan takzim , tertib menurut adat,
(2). Beradab ,
(3). Baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul).
            Santun artinya halus dan baik (budi bahasa dan tingkah lakunya).  atau sebagai cerminan sikap psikimotorik  yakni  aplikasi atau penerapan pengetahuan sopan ke dalam suatu tindakan.
Sehingga sopan santun dapat diartikan sebagai nilai mulia yang tampak pada seseorang dalam perkataan maupun perbuatannya. Nilai itu melekat pada hati yang halus dan bisa menghargai dan menghormati orang lain. Sehingga pemiliknya tampak menyenangkan dan memiliki karisma lembut dan penyayang.
Diharapkan  orang yang tinggi ilmunya dapat memiliki kesopanan yang lebih baik dan juga kesantunannnya lebih tampak. Jika sebaliknya yang terjadi,  semakin tinggi ilmu tetapi semakin sombong berarti tidak mencerminkan karakter sopan santun. Atau gagal menerapkan sopan santun dalam keidupan sehari-hari. Diibaratkan tanaman pai semakin berisi semakin merunduk bukan?

TERBENTUKNYA SOPAN SANTUN
Proses rekaman memori manusia dimulai sejak dalam kandungan. Rekaman awal kondisi emosi  maupun kerja organ tubuh yag melingkupi saat dalam perut akan berpengaruh  pada pertumbuhan psikologis/ kejiwaan dirinya.
Setelah keluar dari alam kandungan, indra peraba mulai beraksi menerima rangsang. Rangsangan panas, dingin,halus,kasar dan lainnya mulai melekat dan mempengaruhi bentuk kepekaannya. Bila kulit tesentuh dengan tangan lembut penuh kasih sayang maka reaksinya tenang dan kadang memberikan balasan senyum yang sagat menggemaskan. Sebaliknya jika diberian rangsangan tangan kasar dan hati emilinya tidak menyukainya maka bayi akan memberikan reaksi tegang bahka tampak ketakutan. Dia menangis dan enggan untuk diajaknya. Beberapa hari kemudian, indra pendengaran mulai aktif. Dia bisa terkejut dengan suara keras saat tidur dan bisa tenang bahkan tertidur senang jika dilantunan suara lembut dan merdu seperti  nada-nada beraturan musik atau suara bacaan Alquran.  Beberapa waktu kemudian mereka juga aktif penglihatannya. Sehingga dapat melihat wajah orang-orang disekililingnya , dapat mengenali bentuk, warna benda dan sebagainya.
Dengan demikian sopan santun dapat terbentuk sejak dini. Dalam hal ini yang sangat berperan adalah:
1.      Pembiasaan sejak dini. Pembiasaan ini sangat dominan lingkungn keluarga, terutama ibu.
2.      Lingkungan bergaul/ teman bermain dan masyarakat.
3.      Lingkungan sekolah/ teman di sekolah, guru, kebiasaan cara belajar juga materi pelajaran.

Ketiga lingkungan itu tidak dapat dipisahkan. Lingkungan keluarga sangat dominan karena sebgai awal pembentukan karakter, juga kesempatan yang terbanyak bertemu dan juga suplai sumber gizi sepanjang hidup.








BAHAGIA ITU PILIHAN


BAHAGIA  ITU PILIHAN
Happiness is a choice. You can choose to be happy. There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it affect you or not” (Valerie Bertinelli)

            Memilih merupakan keputusan yang tidak gampang. Ketika seseorang diminta memilih calon suami atau istri tentunya memerlukam pertimbangan yang matang. Demikian juga misalnya memilih jurusan dalam pendidikan, juga memilih pekerjaan yang tepat utuk seseorang. Maka Musyawaroh dan istiharoh adalah jalan terbaik dalam menentukan pilihan. Suatu saat terjadi pilihan untuk membeli rumah dengan alternatif  tempat baik dan harga terjangkau. Pilihan juga bervariasi karena BTN  banyak dibangun,  rumah penduduk juga ada yang dijual bingung kan mana yang harus dipilih. Musyawarah dengan keluarga dan orang orang yang dipecaya menjadi alternatif mendapatkan informasi yang diperlukan ditambah dengan sholat istiharoh yakin Allah memberitahukan sesuatu yang ada di balik itu semua sehingga mantab dan mndapatkan ketenangan. Sederhana   doanya tetapi hasilnya luar biasa.
            Salah satu  contoh yang bisa dilakukan adalah dengan  cara: berwudhu biasa, niat sholat  istiharoh dalam hati, dua rokaat biasa, baca doa dengan sungguh –sungguh. Belum kelar? ulangi dan ulangi…kelar deh.Tidak usah menungu mimpi ya  keputusannya karena kadang tidak layak orang macam kita dapat petunjuk lewat mimpi, tapi setidak-tidaknya  bisa plong mengambil keputusan.
            Menikmati pilihan dengan bersyukur. Bersyukur  merupakan wujud terimakasih atas segala yang diterimanya. Syukur terhadap  nikmat dioleskan dalam bibir dengan bersuara alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Syukur dilumurkan dalam hati dengan selalau berpikir positif penuh keyakinan bahwa yang diterima adalah hal terindah dan terbaik. Syukur nikmat dilekatkan dalam seluruh anggota tubuh sehingga motorik kita untuk berbuat kebaikan, untuk beribadah dimudahkan gerakannya  dengan segera dan bersungguh –sungguh. Bekerja juga slessai, sholat juga khusuk, menolong orang lain juga tanpa pamrih dan sebagainya.
            Mensyukuri rizki yang kita peroleh sangat banyak jalannya. Sehingga Allah cukupkan kebutuhan kita. Riski bukanlah berupa uang semata, tetapi bisa materi bisa non materi. Di pagi hari bangun tidur kita para  pencita Nabi Muhammad Saw  berdoa alhamdullahiladzi ahyaana bakda amatana wa ilaihinnusur artinya segala puji bagi Allah yang memberi aku hidup sesudah matiku dan kepada-Nyalah kita dibangkitkan...Emmmmhhhh suatu pepeling bahwa kita akan digiring pada suatu hari dengan istilah dibangkitkan... (dibangkitkan sesudah dalam penantian di alam kubur, yang gambarannya hadir tanpa selembar benangpun menutupi tubuh menghadap pada Sang Pencipta untuk menerima rapor masing masing).
  Masing masing diri sibuk dengan urusannya. semua penuh cemas dan harap untuk medapatkan konfirmasi seluruh aktivita kita selama hidup sesuai tidak dengan catatan amal yang dituls malaikat, kemudian kita mengiyakan dengan tak bisa mengelak sedikitpun. Harta mereka tidak lagi berguna, anak mereka tidak lagi berguna, jabatan juga tiada berguna, status sosial tidak ada lagi berguna. Hanya iman dan amal serta pertolongan  Penolong  (syafaat yang memberi syafaat)  yang menjadi bahan penilaian diri.
Oleh karena itu  pandai pandailah bersyukur secara nyata dan buanglah jauh debu dalam hati serta pikiran kita. Mintalah bantuan kepada yang Maha Membantu dan Maha kuat bukan sesama manusia atau makhluk yang lemah dan sama sama dinilai kelak. Sebutlah Dia setiap saat dan luangkanlah dengan desain untuk mengenalNya, bukan karena kebiasaan atau kepepet baru ingat Dia. Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus, tempat kita bersandar dan berusaha dan berkarya di dunia ini karena Dia dan juga UntukNya. Bukankah kekuatan terbesar hanya milikNya?
Pilihan keputusan yang tetapkan hari ini  merupakan keputusan yang akan dirasakan dampaknya pada waktu yang akan datang. Di masa lampau ada seorang kakek tua berusaha dengan susah payah menanam pohon kurma. Seseorangpun terheran dan mendekatinya kemudian bertanya,”Kek untuk apa kakek susah payah begini, toh kakek juga  belum tentu menikmati hasilnya nanti”. Kakekpun menjawab,” aku makan buah kurma ini bukan dari hasil tanamanku  tetapi  merupakan tanaman dari orang terdahulu? Maka  aku tetap menanam agar  mereka yang hidup sesudahku bisa menikmatinya”. Si penanya  merasa tertampar dan sadar bahwa yang diputuskan dan dikerjakan hari ini memiliki dampak yang luar biasa di kemudian hari. Dan kehidupan yang melingkupinya ada pengaruh dari upaya-upaya orang yang mendahuluinya.
Keputusan yang tepat mengantarkan pemiliknya menjadi bahagia. Hal ini  menjadi sebuah keharusan, karena dengan terpilihnya sebuah keputusan maka pemiliknya memulai  menjalankan keputusan guna mencapai tujuan dengn senang hati. Cotoh: ketika seseorang bingung untuk medapatkan pekerjaan, kemudian sudah musyawaroh dan istiharoh dia menemukan jawab memilih menikah degan calon pilihan maka berupaya keras untuk bisa memwujudkan keluarga bahgia sejahtera selmat dunia akhirat.  Yakin  masalah dan tantangan akan hadir sesuia kondisi kedaimaain yang dirasakan. Sedang damai barangkali aja muncul anggota keluarga yang membutuhkan perhatian, sedang nyaman rumah tangga kali aja da godaan tertentu sehingga menimbulkan tantangan untuk selalu bisa diselesaikan bersama. Keluarga tersebut baru senangnya menikmati suasana baru, bisa jadi  kondisi istri droup saat hamil dan seterusnya.  Saat bahagia dengan sikecil yang imut, ternyata suami harus banyak tugas luar kota, saat bener bener butuh kehidupan yang layak dan memang sudah ada ternyata Allah kasih ujian usaha yang dijalani tidak memberikan keuntungan.Apakah hal ini membut kebahagian menurun? tidak sikap dan upaya menghadapi tantangan sangat dibutuhkan sehingga kebahaga menjadi pilihan .
Bahagia tidak lepas dengan kondisi batin pada seseorang. Bahagia merupakan keadaan atau perasaan tenang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan). Bahagia itu indah, menyenangkan dan memberi warna cerah dalam kehidupan. Bahagia kadang membuat  inspirasi baru untuk berbuat lebih banyak. Bahagia bisa digapai degan banyak hal dan dalam banyak kesempatan. Bahgia dapat datang karena unsur-unsur tertentu bagi seseorang. Dengan cara apapun manusia akan mengejarnya apabila membuat bahagia.
Bahagia biasanya diperoleh setelah melewati perjuangan. Perjuangan yang didasari keyakinan bahwa yang dikerjakan tidak sia-sia. Perjuangan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terarah menuju harapan. Perjuangan yang sepenuhnya berada pada kekuatan Allah yang Maha Perkasa yang tidak mengingari janjinya. Orang bahagia karena memperoleh upah, sebelumnya dia bekerja dengan susah payah. Orang menulis bahagia dapat royalti tetapi sebelumnya berpikir dan bekerja dengan dengan pengorbaan waktu tenaga  pikiran dan juga biaya. Kebahagiaan memperoleh harta karena tangannya sendiri berbeda dengan kebahagiaan yang menerima harta warisan  nenek moyang,
Kebahagiaan sejati itu seperti apa? Bahagia batin akan tercermin dalam kebahagiaan lahir, demikian juga sebaliknya. Sehingga kebahgiaan lahir dan batin bagai permukaan  sebuah  uang logam, tidak dapat dipisahkan. Kebahagian lahir dan batin inilah yang disebut dengan kebahagian sejati.
Kebahagian sejati seseorang adalah ketika sesorang yakin bahwa yang dilakukan itu Allah ridho. Mengapa? Secara batin dia yakin benar bahwa Allah mesti membalas dengan  kebaikan yang membuat pelakunya berbahagia. Meskipun ada orang yang memilih bahagia hari ini saja, ada yang memilih bahagia untuk kemudian hari ada juga uang memilih kedua duanya.
Beberapa berita langit meyakinkan kepada hamba yang meyakininya. Bahagia yang didasari iman  kepada Sang Pencipta (orang yang beriman= mukmin) akan melahirkan ketenangan dan kebahagian yang sebenarnya baik ketika di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan  seseorang terasa saat dia berada dalam ketaqwaan, sehingga hanya bisa melekat pada orang-orang yang bertaqwa. Sedangkan kebahagiaan sementara adalah kebahagiaan meraih kesuksesan dunia saja.
Hadits Riwayat Muslim menyebutkan,” Sesungguhnya mengagumkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya menjadi baik, dan itu  tak kan terjadi  pada  siapapun  selain orang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur, maka menjadi kebaikaan baginya. Jika dia terkena kesedihan, dia bersabar, maka akan menjadi kebaikan baginya.”Kesedihan itu juga menghapus  dosa dan kesalahan.”
Bahagia bukan berarti dituruti semua kemauannya. Tetapi diraih dengan perjuangan yang gigih hingga lulus uji. Mereka menjalani dengan tetap teguh walau dan istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran.
Hadits Riwayat bukhari – Muslim,”Tidaklah orang mukmin ditimpa suatu  keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, gangguan dan kesusahan, sampai duri yang menusuknya sekalipun, kecuali Allah menghapus dengannya  kesalahan –kesalahannya. Kesedihan dapat menjadi jalan menuju syurga,”
“Surga itu dikelilingi hal hak yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi hal hal yang menyenangkan,”(HR Al-Bukhari).
“Orang mukmin ( dengan  kematiannya) dia beristirahat dan keletihan dunia dan segala isinya yang menyakitkan, menujuRahmat Allah. Dan orang jahat (denga kematiannya), maka orang yang lainnya, seluruh negeri, pohon-pohon dan binatang binatang beristirahat dari gangguannya (HR Al Bukhari).


             


Saturday, March 10, 2018

LITERASI UNTUK BERAHLAQ MULIA


 LITERASI  UNTUK  BERKARAKTER MULIA

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.   Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat  Siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S Al Qolam:1-7)

            Literasi  merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis dan memahami serta mengekspresikan tulisan, lisan, angka, grafik, gambar, suara maupun film. Orang  yang mampu mengembangkan kecerdasan litersasi biasanya memiliki karya berupa tulisan santra  atau  karya  ilmiyah, bisa tampil berpidato /ceramah/orasi, bisa bermain peran/acting seperti pentas seni, bermain film dan sebagainya. Kecerdasan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan diri dan orang lain. Namun Kecerdasan ini perlu dikendalikn dengan kecerdasan  kecerdasan yang lain seperti kecerdasan emosinal, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan litersasi yang didukung oleh berbagai kecerdasan lain akan  membantu mengarahkan prilakunya terhadap pembentukan kepribadian  mulia  dan bermanfaat luas.

Merenungkan Perintah literasi Nabi Muhammad saw
Apakah ada yang diragukan dengan penobatan Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi di akhir zaman  ? Masa hidup Muhammad bin Abdullah adalah tahun  571 M- 632 M sedangkan  Phytagoras tahun  570 SM- 475 SM , Plato tahun 427 SM- 347  SM, Aristoteles tahun 384 SM- 322SM.  Saat Muhammad bin Abdullah lahir ilmuwan Yunani telah mampu mengeluarkan teori teori ilmiyah . Dan di Yunani pula sudah terdapat  lembaga pendidikan yang hebat yang mengajarkan tetntang filsafat . Tetapi Muhammad bin Abdullah sedikitpun tidak mencium aliran pendidikan Yunani yang dikelola oleh para filosofi. Keluarga  Muhmmad bin Abdullah merupakan keluarga bangsawan  yang  memiliki budi pekerti baik. Saat Muhammad bin Abdullah berusia  25 tahun menikah dengan seorang saudagar yang hebat dan dengan mahar yang cukup besar dari hasil berdagangnya. Setelah usia 40 tahun Beliau merasa prihatin  dengan kehidupan masyarakat sekitar yang hidup sewenang- wenang dan banyak kerusakan moral.Kerusakan itu seperti  sangat  minum minuman memabukkan, kekerasan, banyak perempuan menjadi pelacur / pergaulan bebas bahkan pembunuhan hanya karena membela suku. Kondisi ini membuat Beliau memilih menyendiri di Gua Hiro jauh dari rumahnya. Beliau makan makanan yang diantar oleh Khodijah istri Beliau. Istri Beliau  berumur 55 tahun  setiap hari  berjalan kaki mengantarnya   tanpa mengeluh.
Saat beliau menyendiri  di Gua ini datanglah Malaikat Jibril.    Malaikat Jibril  datang meminta  agar Beliau  membaca. Beliau  ketakutan sambil mengatakan bahwa   dirinya buta huruf tidak bisa membaca. Maka diperintahkan lagi ‘bacalah dengan menyebut nama Penciptamu’ maka Nabipun bergegas menirukannya.
Malaikat datang tiba-tiba, lalu berkata, ‘bacalah’. Rasulullah saw. Menjawab, ‘aku bukanlah seorang yang pandai membaca’. Kata Rasullah saw, ‘lalu dia mengambilku, kamudian  memelukku hingga aku pun marapasksa kapayahan. Setalah itu, dia melepaskanku, lalu dia mengatakan,’Bacalah’. Aku menjawab lagi, ‘Aku tidak pandai meambaca.’ Lalu untuk yang kedua kalinya dia memelukku kembali sehingga aku pun merasa kepayahan. Setalah itu dia melepaskanku dan mengatakan, ‘Bacalah’. Aku pun berkata lagi, ‘Aku tidak dapat membaca’. Untuk yang ketiga kalinya dia memelukku sehingga aku pun merasa payah. Setelah itu dia melaskan aku dan membacakan,’Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah manciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Ibnu Katsir:4 hal 1011)
Peristiwa  tersebut  membuat Muhammad bin Abdullah  gemetar dan pulang  ke rumah khodijah . Khodijah menenangkannya kemudian   menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abduluzza bin Kusyai seorang nasrani yang menulis kitab berbahasa arab dan menulis Injil dengan bahasa ibrani. Waraqah yakin  Beliau adalah orang yang disebutkan sesuai tanda tanda dalam Injil sebagai Nabi terakhir menemui  . Khadijahpun kembali ke rumah dan mengajak suaminya menemui Waraqoh agar suaminya mendengar langsung arti semua peristiwa tersebut. Waroqohpun menjelaskan bahwa   Muhammad bin Abdullah adalah Nabi Allah yang nantinya menyelamatkan manusia tetapi akan mengalami tekanan dan tantangan yang luar biasa. Waraqah merasa bangga bisa menjumpai Nabi terakhir sehingga  dalam pembicaannya  mengucapkan ,‘bila aku masih hidup dimasamu tentu aku akan menolongmu dengan pertolongan yang sangat kuat’.
            Dari peristiwa itu bisa diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf dan mulai membaca di awal kenabian dalam usia 40 tahun. Dukungan moral pertama adalah istri tercintanya. Kemudian dalam kehidupan berikutnya  Rosululloh benar benar teruji kemampuannya dalam banyak hal baik kemampuannya dalam berbicara maupun kemampuan lainnya. Bicaranya mantab dan jelas serta banyak metode digunakan  atas petunjuk Allah swt. Semua yang diajarkan dapat dihafal dan disampaikan kepada para sahabatnya. Para sahabatnya menulis pada pelepah kurma danlain sebaginya agar terhindar dari lupa. Sehingga benar bagawa tulisan adalah tambatan ilmu.

Muhammad rosululloh saw dengan jabatan seorang Rosul tugas utamanya adalah memeperbaiki karakter / ahlaq  manusia. Beliau tidak belajar dari para  filosof  tetapi belajar dari ilmu  Allah secara langsung dengan kurikulum yang dan materi yang  dan bertujuan jelas. Pendidikan Beliau  sangat istimewa. Beliaupun sampai dianggap gila karena keberaniannya untuk memperbaiki masyarakat sesuai dengan pendidian yang diterimanya. Beliau memanfaatkan kemampuannya mendidik para sahabat sehingga pra sahabat memiliki ahlaq yang mulia. Para sahabat bisa meninggalkan khomer yang memabukkan, mininggalkan zina, meninggalkan mengubur perempuan hidup, meninggalkan perampokan dan sebagainya.   Ini dikisahkan dal Q.S. Al Qolam ayat 1-7 yag artinya  Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.  Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.   Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat  Siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Membaca itu sangat istimewa. Membaca merupakan perintah pertama pada seorang yang buta huruf sebelum menjalankan perintah lainnya. Membaca menjadi modal dasar untuk mengetahui ilmu ilmu berikutnya. Membaca didasari dengan menyebut nama Tuhan atau dengan bismillah akan terarah dengan baik. Membaca hingga memahami nama dan sifat Tuhan . Membaca diri sendiri dari mana berasal dan bagaimanan akan dikembalikan. Membaca kehidupan untuk bisa mengambil pelajaran dari alam sekitar. Membaca di sini bermakna pula menghafal dan memahami  menerapkan dan menyerukan dalam kehidupan sehari hari. Dalam belajar  ranah koqnigtif, afektif dan psikomotorik menyatu dalam kehidupan nyata. Hal ini nampak pada diri Muhammad Rosulullah saw, Beliau bertambah cerdas, taat pada Yang Maha Mendidik. Beliau  mengembangkan  mempraktekkan pelajarannya untuk kepentingan dan keselamatan  manusia hidup di dunia maupun hidup sesudah mati.  Beliau menjalankan pengabdian dengan pengorbanan jiwa, raga dan harta hingga ajal menjemputnya.
Selain membaca Rosululloh saw juga dikenalkan dengan alat tulis dan apa yang ditulisnya. Alat tulis bisa dan yang ditulisnya dikenal dengan  kalam. Kalam merupakan makhluk pertama yang dicipta Allah swt. Kalam inilah yang digunakan oleh para malaikat untuk mencatat. Lembaran catatan amal  tiap manusia digambarkan seluas langit dan bumi. Khususnya pada manusia kita kenal zaman sebelum masehi manusia menulis pada pelepah pohon, pada tanah yang kering pada tulang pada kulit binatang dan sebagainya. Sedang alat tulisnya ada dari batu, besi dan sebagainya. Para  zaman  Nabi juga memiliki lembaran catatan yang dikenal dengan kitab atau mushaf  (suhuf Ibrahim, suhuf Musa dll). Pada zaman nabi Muhammad saw tulisan tulisan para sahabat ada pada pelepah kurma dll.  Kemudian pada zaman sahabat tulisan itu disatukan dengan urutan sesuai hafalan mereka dan sekarang mudah kita baca dalam bentuk tulisan dalam kertas dengan bermacam-macam tinta.
Membaca yang dilakukan Rosulullah atas perintah Allah adalah membaca karena Allah dan atas nama Allah. Artinya tujuan utamanya adalah menedekatkan diri pada Allah swt. Dengan demikian bacaan atau tulisan maupun karyanya mendukung keyakinannya untuk lebih merendah di hadapan Allah swt. Bacaan, tulisan dan karyanya dapat memberi manfaat bagi kehidupan diri sendiri dan kehidupan manusia yang banyak. Bacaan, tulisan dan hasi karya tersebut tidak merusak morak maupun menimbulkan permasalahan bagi kehidupan manusia. Bacaan ,tulisan dan karya tersebut bukan sekedar mencari penghasilan dunia.
Literasi untuk berkarakter mulia
Pernahkah kita baca buku karya Syeh Usaimin, Syeh Bin Bass, Kar mark, Al ghozali, HAMKA, Munawar cholil dan juga para bintang film ternama?  Bagaimana kehidupan mereka? Mereka merupakan  sosok yang memeliki kecerdasan literasi yang ispiratif. Adakah kemanfaatan kecerdasannya untuk dunia sekaligus  akhirat? Atau hanya kemanfaatan dunia saja. Atau untuk duniapun sekedar dinikmati  kalangan tertentu sekaligus merusak  jalan pikir manusia ? Jawaban pertanyaan ini bisa variatif. Tetapi memberikan kita untuk jernih memilih dan bersikap agar kecerdasan literasi yang kita kembangkan dapat membentuk karakter mulia.
Kerusakan moral yang terjadi di abad 21  salah satu sebabnya  adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang literasi. Mereka menemukan teknologi canggih untuk menyajikn karya sastra. Film dapat dibuat sedemikian hingga sehingga pemain  perempuan maupun lelaki  kehilangan jati dirinya, demikian juga penonton menikmati tayangan tanpa sadar menconohnya  dan berkecanduan tidak bisa berhenti meninggalkannya. Tayangan kartun dengan yang disukai anak anak memberikan dampak kekerasan prilaku dan juga bermain cinta  sebelum waktunya dan bukan ada tempatnya. Buku, tabloid, komik dan lainnya  yang mengasyikkan dibaca memberikan kesan kehidupan yang menyentuh  sekaligus ,menjadi inspirasi penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen. Tetapi inspirasi itu sama sekali tidak memberikan manfaat dikemudin hari. Contoh mengakhiri problem dengan minuman yang memabukkan, bunuh diri, pembunuhan ataupun mencari kesenangan dan kebebasan hidup bisa dicontoh dari film atau buku buku cerita fiktif.
Kenyataan di atas menunjukkan betapa dahsyatnya kemampuan literasi berperan dalam kehidupan. Guru Dahsyat tentunya memiliki peran dahsyat dalam pengembangan literasi. Sebuah motivasi yang cukup tinggi agar peserta didik dan masyarakat dapat menikmati hasil literasi yang bermanfaat medorong guru untuk  bisa berkarya . Semakin cerdas guru berliterasi maka semakin dasyat peserta didik mengembangkan  kecerdasan literasinya. Mereka terbiasa membaca, menulis, mengungkapkan isi bacaan, dan mengapresiasikan kemampuan litersinya dalam karya nyata dengan menunjukkan karakter mulia.
Pengembangan literasi guru hendaknya mengarah pada pembentukan karakter mulia. Karakter mulia imi misalnya jujur, tentunya guru menunjukkan hasil karyanya jujur dari diri sendiri bukan plagiat. Pesan moral yang tersirat dalam tulisan jelas dan mendidik dalam segala aspek. Nilai keindahan yang menimbulkan ketertatikan untuk dihayati atau dinikmati menyentuh kehidupan atau kebutuhan yang memberi manfaat lahir maupun batin. Sebagai guru yang menganut taat beragama hasil literasinya meningkatkan nilai taqwa bagi diri dan peminatnya. Literasi memberikan karakter kerja keras. Hasil karyanya harus terselesaikan dengan tuntas dan segera memulai karya baru  yang segera diselesaikan dan terus menerus . Pelakunya dapat  memiliki nilai lebih dan  kemampuannya meningkat serta dapat berbagi pengetahuan kepada orang lain.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai  literasi. Permendikbud  no 21 tahun 2015 tentang  Penumbuhan Budi Pekerti dan Permendikbud no 23 tahun 2015 tentang gerakan Literasi Sekolah. Kedua Permen tersebut merupakan angin segar agar guru dan peserta didik meningkatkan literasi dengan  berbagai cara dan bentuk karya. Media dan fasilitas juga tidak merupakan penghalang. Kemampuan mesti memerlukan proses penumbuhan dan kemauan yang kuat dan terus menerus. Semangat yang menurun memerlukan motivasi tercapainya tujuan yang mulia dan memberi manfaat. Khususnya bagi guru PNS selain nilai karakter mulia yang dicapai karya yang dihailkan juga memiliki Angka Kredi. Ketika ide terasa kosong mintalah kepada Sang Maha Pemilik Ide karena  ilmuNya  sangat luas  disertai banyak membaca, mendengar, memperhatikan dan merenung.   Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".(Q.S .18 : 109)
Walaupun sangat sederhana karya litersi bisa dimulai dengan menulis mading, menulis artikel, menulis cerita fiksi yang penuh pesan moral. Biasa juga dalam bentuk antologi . Bisa juga berupa buku ataupun jurnal . Bisa juga menulis dalam media sosial dan blog.   Hari ini peluang menulis dan mempublikasikan  tulisan cukup banyak salah satunya adalah melalui blog dan juga penerbitan.
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki literasi.  Semangat berliterasi  yang tinggi diharapkan dapat memperbaiki karakter mulia / ahlaq mulia.  Kesempatan mencapai harapan itu terbentang luas. Perubahan perbaikan tepat sekali dimulai dari lierasi atau bahasa. Hal ini diperkuat adanya  mindset yang benar dan bahasa yang baik maka Pemilik Ilmu akan campur tangan memperbaiki hasil karya yang kita kerjakan. Sebagaimana pernyataan bahasa adalah bangsa. Dan juga kalimat yang turun dari Pemilik bahasa menyatakan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar.  Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S 33:69-71)

(Artikel ini sudah terbit dalam antologi)


BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Be...