BAHAGIA
ITU PILIHAN
Happiness is a choice. You can choose to be happy.
There’s going to be stress in life, but it’s your choice whether you let it
affect you or not” (Valerie Bertinelli)
Memilih
merupakan keputusan yang tidak gampang. Ketika seseorang diminta memilih calon
suami atau istri tentunya memerlukam pertimbangan yang matang. Demikian juga
misalnya memilih jurusan dalam pendidikan, juga memilih pekerjaan yang tepat
utuk seseorang. Maka Musyawaroh dan istiharoh adalah jalan terbaik dalam
menentukan pilihan. Suatu saat terjadi pilihan untuk membeli rumah dengan
alternatif tempat baik dan harga terjangkau.
Pilihan juga bervariasi karena BTN
banyak dibangun, rumah penduduk
juga ada yang dijual bingung kan mana yang harus dipilih. Musyawarah dengan
keluarga dan orang orang yang dipecaya menjadi alternatif mendapatkan informasi
yang diperlukan ditambah dengan sholat istiharoh yakin Allah memberitahukan
sesuatu yang ada di balik itu semua sehingga mantab dan mndapatkan ketenangan.
Sederhana doanya tetapi hasilnya luar biasa.
Salah
satu contoh yang bisa dilakukan adalah
dengan cara: berwudhu biasa, niat
sholat istiharoh dalam hati, dua rokaat
biasa, baca doa dengan sungguh –sungguh. Belum kelar? ulangi dan ulangi…kelar deh.Tidak usah menungu
mimpi ya keputusannya karena kadang tidak
layak orang macam kita dapat petunjuk lewat mimpi, tapi setidak-tidaknya bisa plong mengambil keputusan.
Menikmati
pilihan dengan bersyukur. Bersyukur
merupakan wujud terimakasih atas segala yang diterimanya. Syukur
terhadap nikmat dioleskan dalam bibir
dengan bersuara alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Syukur dilumurkan dalam hati
dengan selalau berpikir positif penuh keyakinan bahwa yang diterima adalah hal
terindah dan terbaik. Syukur nikmat dilekatkan dalam seluruh anggota tubuh
sehingga motorik kita untuk berbuat kebaikan, untuk beribadah dimudahkan
gerakannya dengan segera dan bersungguh
–sungguh. Bekerja juga slessai, sholat juga khusuk, menolong orang lain juga
tanpa pamrih dan sebagainya.
Mensyukuri
rizki yang kita peroleh sangat banyak jalannya. Sehingga Allah cukupkan kebutuhan kita. Riski
bukanlah berupa uang semata, tetapi bisa materi bisa non materi. Di pagi hari
bangun tidur kita para pencita Nabi Muhammad Saw berdoa alhamdullahiladzi ahyaana bakda amatana
wa ilaihinnusur artinya segala puji bagi Allah yang memberi aku hidup sesudah
matiku dan kepada-Nyalah kita dibangkitkan...Emmmmhhhh suatu pepeling bahwa
kita akan digiring pada suatu hari dengan istilah dibangkitkan... (dibangkitkan
sesudah dalam penantian di alam kubur, yang gambarannya hadir tanpa selembar
benangpun menutupi tubuh menghadap pada
Sang Pencipta untuk menerima rapor masing masing).
Masing masing diri sibuk dengan urusannya. semua penuh cemas dan
harap untuk medapatkan konfirmasi seluruh aktivita kita selama hidup sesuai
tidak dengan catatan amal yang dituls malaikat, kemudian kita mengiyakan dengan
tak bisa mengelak
sedikitpun. Harta mereka tidak lagi berguna, anak mereka tidak lagi berguna,
jabatan juga tiada berguna, status sosial tidak ada lagi berguna. Hanya iman
dan amal serta pertolongan Penolong (syafaat yang memberi syafaat) yang menjadi bahan penilaian diri.
Oleh karena
itu pandai
pandailah bersyukur secara nyata dan buanglah jauh debu dalam hati serta
pikiran kita. Mintalah bantuan kepada yang Maha Membantu dan Maha kuat bukan sesama
manusia atau makhluk yang lemah dan sama sama dinilai kelak. Sebutlah Dia
setiap saat dan luangkanlah dengan desain untuk mengenalNya, bukan karena
kebiasaan atau kepepet baru ingat Dia. Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus,
tempat kita bersandar dan berusaha dan berkarya di dunia ini karena Dia dan juga UntukNya. Bukankah kekuatan
terbesar hanya milikNya?
Pilihan keputusan yang
tetapkan hari ini merupakan keputusan
yang akan dirasakan dampaknya pada waktu yang akan datang. Di masa lampau ada
seorang kakek tua berusaha dengan susah payah menanam pohon kurma. Seseorangpun
terheran dan mendekatinya kemudian bertanya,”Kek untuk apa kakek susah payah
begini, toh kakek juga belum tentu menikmati
hasilnya nanti”. Kakekpun menjawab,” aku makan buah kurma ini bukan dari hasil
tanamanku tetapi merupakan tanaman dari orang terdahulu? Maka aku tetap menanam agar mereka yang hidup sesudahku bisa
menikmatinya”. Si penanya merasa
tertampar dan sadar bahwa yang diputuskan dan dikerjakan hari ini memiliki
dampak yang luar biasa di kemudian hari. Dan kehidupan yang melingkupinya ada
pengaruh dari upaya-upaya orang yang mendahuluinya.
Keputusan yang tepat
mengantarkan pemiliknya menjadi bahagia. Hal ini menjadi sebuah keharusan, karena dengan
terpilihnya sebuah keputusan maka pemiliknya memulai menjalankan keputusan guna mencapai tujuan
dengn senang hati. Cotoh: ketika seseorang bingung untuk medapatkan pekerjaan,
kemudian sudah musyawaroh dan istiharoh dia menemukan jawab memilih menikah
degan calon pilihan maka berupaya keras untuk bisa memwujudkan keluarga bahgia
sejahtera selmat dunia akhirat.
Yakin masalah dan tantangan akan
hadir sesuia kondisi kedaimaain yang dirasakan. Sedang damai barangkali aja
muncul anggota keluarga yang membutuhkan perhatian, sedang nyaman rumah tangga
kali aja da godaan tertentu sehingga menimbulkan tantangan untuk selalu bisa
diselesaikan bersama. Keluarga tersebut baru senangnya menikmati suasana baru,
bisa jadi kondisi istri droup saat hamil
dan seterusnya. Saat bahagia dengan sikecil yang
imut, ternyata suami harus
banyak tugas luar kota, saat bener bener butuh kehidupan yang layak dan memang
sudah ada ternyata Allah kasih ujian usaha yang dijalani tidak memberikan
keuntungan.Apakah hal ini membut kebahagian menurun? tidak sikap dan upaya menghadapi tantangan
sangat dibutuhkan sehingga kebahaga menjadi pilihan .
Bahagia tidak lepas dengan kondisi batin pada seseorang. Bahagia
merupakan keadaan atau perasaan tenang dan tentram (bebas dari segala yang
menyusahkan). Bahagia
itu indah, menyenangkan
dan memberi warna cerah dalam kehidupan. Bahagia kadang membuat inspirasi baru untuk berbuat lebih banyak.
Bahagia bisa digapai degan banyak hal dan dalam banyak kesempatan. Bahgia dapat
datang karena unsur-unsur tertentu bagi seseorang. Dengan cara apapun manusia akan mengejarnya apabila membuat
bahagia.
Bahagia
biasanya diperoleh setelah melewati perjuangan. Perjuangan yang didasari
keyakinan bahwa yang dikerjakan tidak sia-sia. Perjuangan itu dilakukan dengan
sungguh-sungguh dan terarah menuju harapan. Perjuangan yang sepenuhnya berada
pada kekuatan Allah yang Maha Perkasa yang tidak mengingari janjinya. Orang
bahagia karena memperoleh
upah, sebelumnya dia bekerja
dengan susah
payah. Orang menulis bahagia
dapat royalti tetapi sebelumnya berpikir dan
bekerja dengan dengan
pengorbaan waktu
tenaga pikiran dan juga biaya. Kebahagiaan memperoleh harta
karena tangannya sendiri berbeda dengan kebahagiaan yang menerima harta warisan nenek moyang,
Kebahagiaan sejati itu seperti
apa? Bahagia batin akan tercermin dalam kebahagiaan lahir, demikian juga sebaliknya.
Sehingga kebahgiaan lahir dan batin
bagai permukaan sebuah uang logam, tidak dapat dipisahkan. Kebahagian lahir
dan batin inilah
yang disebut dengan
kebahagian sejati.
Kebahagian sejati
seseorang adalah ketika sesorang yakin bahwa yang dilakukan itu Allah ridho.
Mengapa? Secara batin dia yakin benar bahwa Allah mesti membalas dengan kebaikan yang
membuat pelakunya berbahagia.
Meskipun ada orang yang memilih bahagia hari ini saja,
ada yang memilih bahagia untuk kemudian hari ada juga uang memilih kedua
duanya.
Beberapa berita langit
meyakinkan kepada hamba yang meyakininya. Bahagia yang didasari iman kepada Sang Pencipta (orang yang beriman=
mukmin) akan melahirkan ketenangan dan kebahagian yang sebenarnya baik ketika
di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan seseorang terasa saat dia berada dalam
ketaqwaan, sehingga hanya bisa
melekat pada orang-orang
yang bertaqwa. Sedangkan kebahagiaan sementara adalah kebahagiaan meraih
kesuksesan dunia saja.
Hadits Riwayat Muslim menyebutkan,” Sesungguhnya mengagumkan urusan orang
mukmin. Sesungguhnya segala urusannya menjadi baik, dan itu tak kan terjadi pada
siapapun selain orang mukmin.
Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur, maka menjadi kebaikaan baginya.
Jika dia terkena kesedihan, dia bersabar, maka akan menjadi kebaikan
baginya.”Kesedihan itu juga menghapus
dosa dan kesalahan.”
Bahagia bukan berarti
dituruti semua kemauannya. Tetapi diraih dengan perjuangan yang gigih hingga
lulus uji. Mereka menjalani dengan tetap teguh walau dan istiqomah dalam
kebaikan dan kebenaran.
Hadits Riwayat bukhari
– Muslim,”Tidaklah orang mukmin ditimpa suatu
keletihan, penyakit,
kecemasan, kesedihan, gangguan dan kesusahan, sampai duri yang menusuknya
sekalipun, kecuali Allah menghapus dengannya
kesalahan –kesalahannya. Kesedihan
dapat menjadi jalan menuju syurga,”
“Surga itu dikelilingi
hal hak yang tidak
disukai, dan neraka itu dikelilingi hal hal yang menyenangkan,”(HR
Al-Bukhari).
“Orang mukmin (
dengan kematiannya) dia beristirahat dan
keletihan dunia dan segala isinya yang menyakitkan, menujuRahmat Allah. Dan
orang jahat (denga kematiannya), maka orang yang lainnya, seluruh negeri,
pohon-pohon dan binatang binatang beristirahat dari gangguannya (HR
Al Bukhari).

No comments:
Post a Comment