Blog Archive

Monday, April 9, 2018

DARI MANA TERBENTUKNYA SOPAN SANTUN?


DARI MANA SOPAN SANTUN ITU TERBENTUK ?

Beberapa anak itu bermain tebak huruf  dengan mengurutkan jari. Siapa yang terkena huruf tertentu maka menyebutkan nama binatang yang berawalan huruf  itu. Mereka saling memperhatikan . “Yeahh, Rani terbanyak menyebut nama buah buahan dengan huruf  ‘J’. Dia dapat juara.” Suara Ida gembira.
“Yaa…Aku dapat dua. Gak apa-apa kan?” Kata Tanti mengalah. Mereka bermain dengan sportif dan menyenangkan. Kemudian mereka merapikan mainan dan membersihkan halaman sebelum meninggalkan halaman.
Peristiwa di atas merupakan proses belajar sambil bermain. Mereka menujukkan hal-hal yang baik dan saling memahami antar teman dan juga aturan bermain. Mereka tidak memperdengarkan kata-kata kotor, dan juga tidak menunjukkan  kedengkian  atas kekalahannya. Mereka berprilaku sopan.
Apakah sopan santun  itu?
Sopan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ada tiga pengertian yaitu:
(1) hormat dan takzim , tertib menurut adat,
(2). Beradab ,
(3). Baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul).
            Santun artinya halus dan baik (budi bahasa dan tingkah lakunya).  atau sebagai cerminan sikap psikimotorik  yakni  aplikasi atau penerapan pengetahuan sopan ke dalam suatu tindakan.
Sehingga sopan santun dapat diartikan sebagai nilai mulia yang tampak pada seseorang dalam perkataan maupun perbuatannya. Nilai itu melekat pada hati yang halus dan bisa menghargai dan menghormati orang lain. Sehingga pemiliknya tampak menyenangkan dan memiliki karisma lembut dan penyayang.
Diharapkan  orang yang tinggi ilmunya dapat memiliki kesopanan yang lebih baik dan juga kesantunannnya lebih tampak. Jika sebaliknya yang terjadi,  semakin tinggi ilmu tetapi semakin sombong berarti tidak mencerminkan karakter sopan santun. Atau gagal menerapkan sopan santun dalam keidupan sehari-hari. Diibaratkan tanaman pai semakin berisi semakin merunduk bukan?

TERBENTUKNYA SOPAN SANTUN
Proses rekaman memori manusia dimulai sejak dalam kandungan. Rekaman awal kondisi emosi  maupun kerja organ tubuh yag melingkupi saat dalam perut akan berpengaruh  pada pertumbuhan psikologis/ kejiwaan dirinya.
Setelah keluar dari alam kandungan, indra peraba mulai beraksi menerima rangsang. Rangsangan panas, dingin,halus,kasar dan lainnya mulai melekat dan mempengaruhi bentuk kepekaannya. Bila kulit tesentuh dengan tangan lembut penuh kasih sayang maka reaksinya tenang dan kadang memberikan balasan senyum yang sagat menggemaskan. Sebaliknya jika diberian rangsangan tangan kasar dan hati emilinya tidak menyukainya maka bayi akan memberikan reaksi tegang bahka tampak ketakutan. Dia menangis dan enggan untuk diajaknya. Beberapa hari kemudian, indra pendengaran mulai aktif. Dia bisa terkejut dengan suara keras saat tidur dan bisa tenang bahkan tertidur senang jika dilantunan suara lembut dan merdu seperti  nada-nada beraturan musik atau suara bacaan Alquran.  Beberapa waktu kemudian mereka juga aktif penglihatannya. Sehingga dapat melihat wajah orang-orang disekililingnya , dapat mengenali bentuk, warna benda dan sebagainya.
Dengan demikian sopan santun dapat terbentuk sejak dini. Dalam hal ini yang sangat berperan adalah:
1.      Pembiasaan sejak dini. Pembiasaan ini sangat dominan lingkungn keluarga, terutama ibu.
2.      Lingkungan bergaul/ teman bermain dan masyarakat.
3.      Lingkungan sekolah/ teman di sekolah, guru, kebiasaan cara belajar juga materi pelajaran.

Ketiga lingkungan itu tidak dapat dipisahkan. Lingkungan keluarga sangat dominan karena sebgai awal pembentukan karakter, juga kesempatan yang terbanyak bertemu dan juga suplai sumber gizi sepanjang hidup.








No comments:

Post a Comment

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Be...