DARI
MANA SOPAN SANTUN ITU TERBENTUK ?
Beberapa anak itu bermain tebak
huruf dengan mengurutkan jari. Siapa
yang terkena huruf tertentu maka menyebutkan nama binatang yang berawalan
huruf itu. Mereka saling memperhatikan .
“Yeahh, Rani terbanyak menyebut nama buah buahan dengan huruf ‘J’. Dia dapat juara.” Suara Ida gembira.
“Yaa…Aku dapat dua. Gak
apa-apa kan?” Kata Tanti mengalah. Mereka bermain dengan sportif dan
menyenangkan. Kemudian mereka merapikan mainan dan membersihkan halaman sebelum
meninggalkan halaman.
Peristiwa
di atas merupakan proses belajar sambil bermain. Mereka menujukkan hal-hal yang
baik dan saling memahami antar teman dan juga aturan bermain. Mereka tidak
memperdengarkan kata-kata kotor, dan juga tidak menunjukkan kedengkian
atas kekalahannya. Mereka berprilaku sopan.
Apakah
sopan santun itu?
Sopan
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ada tiga pengertian yaitu:
(1) hormat dan takzim ,
tertib menurut adat,
(2). Beradab ,
(3). Baik kelakuannya
(tidak lacur, tidak cabul).
Santun artinya halus dan baik (budi bahasa dan tingkah
lakunya). atau sebagai cerminan sikap
psikimotorik yakni aplikasi atau penerapan pengetahuan sopan ke
dalam suatu tindakan.
Sehingga
sopan santun dapat diartikan sebagai nilai mulia yang tampak pada seseorang
dalam perkataan maupun perbuatannya. Nilai itu melekat pada hati yang halus dan
bisa menghargai dan menghormati orang lain. Sehingga pemiliknya tampak
menyenangkan dan memiliki karisma lembut dan penyayang.
Diharapkan orang yang tinggi ilmunya dapat memiliki
kesopanan yang lebih baik dan juga kesantunannnya lebih tampak. Jika sebaliknya
yang terjadi, semakin tinggi ilmu tetapi
semakin sombong berarti tidak mencerminkan karakter sopan santun. Atau gagal menerapkan
sopan santun dalam keidupan sehari-hari. Diibaratkan tanaman pai semakin berisi
semakin merunduk bukan?
TERBENTUKNYA
SOPAN SANTUN
Proses
rekaman memori manusia dimulai sejak dalam kandungan. Rekaman awal kondisi
emosi maupun kerja organ tubuh yag melingkupi
saat dalam perut akan berpengaruh pada
pertumbuhan psikologis/ kejiwaan dirinya.
Setelah
keluar dari alam kandungan, indra peraba mulai beraksi menerima rangsang.
Rangsangan panas, dingin,halus,kasar dan lainnya mulai melekat dan mempengaruhi
bentuk kepekaannya. Bila kulit tesentuh dengan tangan lembut penuh kasih sayang
maka reaksinya tenang dan kadang memberikan balasan senyum yang sagat
menggemaskan. Sebaliknya jika diberian rangsangan tangan kasar dan hati
emilinya tidak menyukainya maka bayi akan memberikan reaksi tegang bahka tampak
ketakutan. Dia menangis dan enggan untuk diajaknya. Beberapa hari kemudian,
indra pendengaran mulai aktif. Dia bisa terkejut dengan suara keras saat tidur
dan bisa tenang bahkan tertidur senang jika dilantunan suara lembut dan merdu
seperti nada-nada beraturan musik atau
suara bacaan Alquran. Beberapa waktu
kemudian mereka juga aktif penglihatannya. Sehingga dapat melihat wajah
orang-orang disekililingnya , dapat mengenali bentuk, warna benda dan
sebagainya.
Dengan
demikian sopan santun dapat terbentuk sejak dini. Dalam hal ini yang sangat
berperan adalah:
1.
Pembiasaan sejak dini. Pembiasaan ini
sangat dominan lingkungn keluarga, terutama ibu.
2.
Lingkungan bergaul/ teman bermain dan
masyarakat.
3.
Lingkungan sekolah/ teman di sekolah,
guru, kebiasaan cara belajar juga materi pelajaran.
Ketiga lingkungan itu
tidak dapat dipisahkan. Lingkungan keluarga sangat dominan karena sebgai awal
pembentukan karakter, juga kesempatan yang terbanyak bertemu dan juga suplai
sumber gizi sepanjang hidup.

No comments:
Post a Comment