Blog Archive

Friday, March 20, 2020

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK


BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK





Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Berbagai bentuk kasih sayang dan pengorbanan mereka berikan. Bahkan orang tua merelakan dirinya lapar dan ngantuk terlewati tanpa asupan makanan dan istirahat tepat waktu. Namun kadang anak-anak tanpa merasa bersalah bersikap tidak diharapkan. Hal ini membuat orang tua meningkatkan kreatifitas dan kemampuannya untuk menghadapi proses pendewasaan buah hatinya.
Sentuhan tangan atau belaian tangan orang tua anugerah tersendiri bagi proses kecerdasan anak. Bagimana kita bisa menyentuh hati anak? Senyum, kalimat yang halus, dan gerakan mimik saat berhadapan dengan mereka memiliki pengaruh kuat dalam kepribadiannya. Perkataan baik yang berupa pujian, nasehat, informasi bagi mereka sangat membekas pada alam pikirannya. Bahkan bisa mengendap dalam alam bawah sadar yang sulit untuk dilupakan.
orang tua atau orang dewasa dalam mendidik putra putrinya harus bijaksana memperdengarkan suara kepada mereka. Jangan sampai terjadi orang tua mendidik dengan ‘salah pesan’, baik secara sadar maupun tidak sadar. Misalnyasalah bicara saat meliht hal yang tidak disenangi. Atau slah bersikap saatdi depan anak karena kebiasaan yang dilakukan. Hal ini dengan mudah masuk dalam pembiasaan juga bagi anak. Sebagaimana pepatah, air bercucuran atap jatuh ke pelimbahan juga.
Agar orang tua atau orang yang dewasa memiliki lisana sikap yang berpesan positif dan tidak, maka orang tua sangat diutamakan untuk banyak berliterasi.Mereka yangberliterasi biasanya lebih mudah untuk mawas diri dan melakukan perubahan. Dengan berliterasi mereka juga bisa menyesuaiakan keadaan dengan bijaksana. Wawasan orang berliterasi berbeda denga mereka yang hanya melakukan sesuatu tanpa sebatas turun temurun, atau bepaku pada masa lalu dirinya.  
Kebiasaan orang tua berliterasi baca tulis maupun literasi yang lainnya cenderung didudayakan dengan alami. Misalnya kebiasaan membaca, gemar membeli buku, dan gemar menyampaiakan hasil bacaannya dengan berbagai cara. Ada yang dalam bahasa tulisan, bahasa lisa, gambar, video, ataupun lainnya. Salah satu yang menarik bagi pembasaan anak sejak balita adalah bercerita. Ya mereka suka mendengarkan, tentu saja kita yang dewasa pun sangat senang bila ada yang meberikan informasi melalui cerita. Tentu saja cerita yang bagus, bukan cerita yang hanya menghabiskan waktu dan tenaga.
Salah satu waktu dan kesempatan tepat menerima pesan melalui perasaan menjelang tidur bagi anak-anak di rumah.  Jika orang tua/ orang yang lebih dewasa bisa menemani mereka menjelang tidur dengan berbagai cerita atau bacaan maka anak merasa dekat dengan orang tuanya. Jika kedekatan terjalin maka anak akan mudah diarahkan dan akan mudah menerima nasehat. Rasa percaya anak terhadap orang tua meningkat.  Anak tidak merasa takut mengemukanan pendapatnya, dan anak tidak salah tafsir dengan ucapan orang tuanya. Dengan demikian anak akan memiliki emosi yang lebih bagus.
Kebiasaan anak menjelang tidur mendengar pesan melalui cerita akan membangun kepribadian  yang positif pada anak. Mulai dengan anak memperhatikan maka anak akan mudah memusatkan pikiran dengan seluruh indera yang dimiliki. Mereka akan mendengarkan dengan baik,  akan memahami cerita itu, menghubungkan cerita dengan dirinya, dan anak bisa menangkap pesan cerita secara optimal. Cerita ini bisa berupa dongeng. Yaknibentuk sastra lama yang menceritakan kejadian luar biasa yang dipenuhi khayalan atau fiksi. Cerita kepada anak bisa berupa kisah, yakni cerita tentang peristiwa kehidupan seseorang. Bisa juga mereka diberikan fable, yaitu cerita kahayalan kehidupan hewan yang berperilaku manusia.
Semakin banyak anak mendengar cerita, mereka akan semakin banyak  memiliki kosa kata yang banyak. Jika memiliki kosa kata yang banyak, anak akan mengembangkan idenya dengan lebih mudah. Anak bisa berfantastis dalam meyelesaikan tantangan kegiatan sehari-hari. Sehingga kecerdasan anak dapat lebih terbangun.  
Anak yang banyak mendengar akan lebih mudah berbicara. Mereka mampu mengemukakan kembali kosa kata yang pernah di dengarnya. Meskipun kata itu sudah lama di dengarnya. Kata yngdidengarnya berulang-ulang akan lebih kuat melekat dari pada kata yang hanya seklai di dengarnya. Biasanya orang tua bercerita banyak kata yang diulang dengan bentuk kalimat yang berbeda. Ini artinya kemampuan berbicara anak tumbuh lebih baik.   
Anak mendengar cerita berarti membangun karakter anak untuk suka mendengar dan memperhatikan. Pada suatu saat akan membuat anak suka membaca buku. Sehingga tumbuh semangat membaca yang akan terus dimiliki sampai dewasa bahkan selama hidupya. Mereka akan mudah berliterasi baca tulis dan literasi lainnya.  
Bercerita juga menjadi aternatif cara menasehati anak. Jika anak melakukan penyimpangan sikap atau ucapan, dengan mendengar cerita yang senada dengan kasusnya maka dengan sendirinya anak tersentuh perasannya. Sehingga bisa dia berubah menjadi baik. Misalnya anak mendengar kisah Nabi Muhammad Saw. Orang tua bisa bercerita penuh kasih sayang terhadap keberadaan beliau yang saat kecil dengan bahasa dan mimik yag tepat. Melaui cerita aspek ini sikap berketuhanan, aspek sikap sosial, aspek pengetahuan, dan aspek ketrampilan dapat mudah melekat pada anak.
Anak-nak yang sering berkomunikasi dengan cerita berbeda dengan anak-anak yang sekedar menerima perintah atau larangan secara langsung. Karena bercerita bisa memaduan gerakan mimik dan pesan yang disampaikan.Di sisi lain anak juga mampu bercerita dengan lebih baik paa saat yang lain. Dia bisa menegemukakan pedapat dengan lebih tepat pada saat dibutuhkan. 
Sebeum bercerita, alangkah baiknya dipersiapkan tema, pesan dan alur ceritanya. Sehingga cerita itu mudah dipahami dan memiliki pesa moral yang bisa ditangkap dengan baik. Untuk watu juga diperhatikan dengan bijak. Karena anak memiliki konsentrasi tidak terlalu lama. Sehingga dalam cerita orang tua bisa berlatih juga memahami emosi dan kampuan lain bagi anak. Orang tua yang bijaksana juga memahami pertumbuhan dan perkembagan anak. Sehingga bahasa yang disampaikan juga dipertimbangkan keefektifannya.
Gambar di atas adalah keadaan anak saya yang sudah lancar berbicara. Di mana sebelumnya pernah disebut oeh seorang dokter bahwa dia bisu. Tetapi ternyata tidak, dia lambat berbicra dan terus diperdengarkan cerita maka memorinya cukup menyipan kosa kata. Nah pada saat yang tepat Allah karuniakan dia bisa bercerita  dan berkomunikasi baik. 
OK, Ayah Bunda silakan mencoba bercerita dengan berbagai cara. Semoga semangat mencoba dan bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Be...