LITERASI UNTUK
BERKARAKTER MULIA
Nun, demi kalam dan apa yang mereka
tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad)
sekali-kali bukan orang gila.
Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar
pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar
berbudi pekerti yang agung. Maka kelak
kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat Siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya
Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan
Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S Al
Qolam:1-7)
Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam membaca,
menulis dan memahami serta mengekspresikan tulisan, lisan, angka, grafik,
gambar, suara maupun film. Orang yang
mampu mengembangkan kecerdasan litersasi biasanya memiliki karya berupa tulisan
santra atau karya
ilmiyah, bisa tampil berpidato /ceramah/orasi, bisa bermain peran/acting
seperti pentas seni, bermain film dan sebagainya. Kecerdasan ini sangat
bermanfaat bagi kehidupan diri dan orang lain. Namun Kecerdasan ini perlu
dikendalikn dengan kecerdasan kecerdasan
yang lain seperti kecerdasan emosinal, kecerdasan sosial dan kecerdasan
spiritual. Kecerdasan litersasi yang didukung oleh berbagai kecerdasan lain
akan membantu mengarahkan prilakunya terhadap
pembentukan kepribadian mulia dan bermanfaat luas.
Merenungkan
Perintah literasi Nabi Muhammad saw
Apakah ada yang
diragukan dengan penobatan Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi di akhir zaman ? Masa hidup Muhammad bin Abdullah adalah
tahun 571 M- 632 M sedangkan Phytagoras tahun 570 SM- 475 SM , Plato tahun 427 SM- 347 SM, Aristoteles tahun 384 SM- 322SM. Saat Muhammad bin Abdullah lahir ilmuwan
Yunani telah mampu mengeluarkan teori teori ilmiyah . Dan di Yunani pula sudah
terdapat lembaga pendidikan yang hebat
yang mengajarkan tetntang filsafat . Tetapi Muhammad bin Abdullah sedikitpun
tidak mencium aliran pendidikan Yunani yang dikelola oleh para filosofi.
Keluarga Muhmmad bin Abdullah merupakan
keluarga bangsawan yang memiliki budi pekerti baik. Saat Muhammad bin
Abdullah berusia 25 tahun menikah dengan
seorang saudagar yang hebat dan dengan mahar yang cukup besar dari hasil
berdagangnya. Setelah usia 40 tahun Beliau merasa prihatin dengan kehidupan masyarakat sekitar yang hidup
sewenang- wenang dan banyak kerusakan moral.Kerusakan itu seperti sangat minum minuman memabukkan, kekerasan, banyak
perempuan menjadi pelacur / pergaulan bebas bahkan pembunuhan hanya karena
membela suku. Kondisi ini membuat Beliau memilih menyendiri di Gua Hiro jauh
dari rumahnya. Beliau makan makanan yang diantar oleh Khodijah istri Beliau. Istri
Beliau berumur 55 tahun setiap hari berjalan kaki mengantarnya tanpa
mengeluh.
Saat beliau
menyendiri di Gua ini datanglah Malaikat
Jibril. Malaikat Jibril datang meminta agar Beliau
membaca. Beliau ketakutan sambil
mengatakan bahwa dirinya buta huruf
tidak bisa membaca. Maka
diperintahkan lagi ‘bacalah dengan menyebut nama Penciptamu’ maka Nabipun
bergegas menirukannya.
Malaikat datang
tiba-tiba, lalu
berkata, ‘bacalah’. Rasulullah
saw. Menjawab, ‘aku bukanlah seorang
yang pandai membaca’. Kata Rasullah saw, ‘lalu dia mengambilku, kamudian memelukku hingga aku pun marapasksa kapayahan.
Setalah itu, dia melepaskanku, lalu dia mengatakan,’Bacalah’. Aku menjawab
lagi, ‘Aku tidak pandai meambaca.’ Lalu untuk yang kedua kalinya dia memelukku
kembali sehingga aku pun merasa kepayahan. Setalah itu dia melepaskanku dan
mengatakan, ‘Bacalah’. Aku pun berkata lagi, ‘Aku tidak dapat membaca’. Untuk
yang ketiga kalinya dia memelukku sehingga aku pun merasa payah. Setelah itu
dia melaskan aku dan membacakan,’Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang
Menciptakan. Dia telah manciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Ibnu
Katsir:4 hal 1011)
Peristiwa tersebut
membuat Muhammad bin Abdullah gemetar
dan pulang ke rumah khodijah . Khodijah
menenangkannya kemudian menemui Waraqah
bin Naufal bin Asad bin Abduluzza bin Kusyai seorang nasrani yang menulis kitab
berbahasa arab dan menulis Injil dengan bahasa ibrani. Waraqah yakin Beliau adalah orang yang disebutkan sesuai
tanda tanda dalam Injil sebagai Nabi terakhir menemui . Khadijahpun kembali ke rumah dan mengajak
suaminya menemui Waraqoh agar suaminya mendengar langsung arti semua peristiwa
tersebut. Waroqohpun menjelaskan bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Nabi Allah yang
nantinya menyelamatkan manusia tetapi akan mengalami tekanan dan tantangan yang
luar biasa. Waraqah merasa bangga bisa menjumpai Nabi terakhir sehingga dalam pembicaannya mengucapkan ,‘bila aku masih hidup dimasamu
tentu aku akan menolongmu dengan pertolongan yang sangat kuat’.
Dari peristiwa itu bisa diketahui
bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf dan mulai membaca di awal
kenabian dalam usia 40 tahun. Dukungan moral pertama adalah istri tercintanya.
Kemudian dalam kehidupan berikutnya Rosululloh
benar benar teruji kemampuannya dalam banyak hal baik kemampuannya dalam
berbicara maupun kemampuan lainnya. Bicaranya mantab dan jelas serta banyak
metode digunakan atas petunjuk Allah
swt. Semua yang diajarkan dapat dihafal dan disampaikan kepada para sahabatnya.
Para sahabatnya menulis pada pelepah kurma danlain sebaginya agar terhindar
dari lupa. Sehingga benar bagawa tulisan adalah tambatan ilmu.
Muhammad
rosululloh saw dengan jabatan seorang Rosul tugas utamanya adalah memeperbaiki
karakter / ahlaq manusia. Beliau tidak
belajar dari para filosof tetapi belajar dari ilmu Allah secara langsung dengan kurikulum yang
dan materi yang dan bertujuan jelas. Pendidikan
Beliau sangat istimewa. Beliaupun sampai
dianggap gila karena keberaniannya untuk memperbaiki masyarakat sesuai dengan pendidian
yang diterimanya. Beliau memanfaatkan kemampuannya mendidik para sahabat
sehingga pra sahabat memiliki ahlaq yang mulia. Para sahabat bisa meninggalkan
khomer yang memabukkan, mininggalkan zina, meninggalkan mengubur perempuan
hidup, meninggalkan perampokan dan sebagainya.
Ini dikisahkan dal Q.S. Al Qolam
ayat 1-7 yag artinya Nun, demi
kalam dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad)
sekali-kali bukan orang gila. Dan
Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang
kafir)pun akan melihat Siapa di antara
kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang
sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk.
Membaca
itu sangat istimewa. Membaca merupakan perintah pertama pada seorang yang buta
huruf sebelum menjalankan perintah lainnya. Membaca menjadi modal dasar untuk
mengetahui ilmu ilmu berikutnya. Membaca didasari dengan menyebut nama Tuhan
atau dengan bismillah akan terarah dengan baik. Membaca hingga memahami nama
dan sifat Tuhan . Membaca diri sendiri dari mana berasal dan bagaimanan akan
dikembalikan. Membaca kehidupan untuk bisa mengambil pelajaran dari alam
sekitar. Membaca di sini bermakna pula menghafal dan memahami menerapkan dan menyerukan dalam kehidupan
sehari hari. Dalam belajar ranah
koqnigtif, afektif dan psikomotorik menyatu dalam kehidupan nyata. Hal ini
nampak pada diri Muhammad Rosulullah saw, Beliau bertambah cerdas, taat pada
Yang Maha Mendidik. Beliau mengembangkan
mempraktekkan pelajarannya untuk kepentingan dan keselamatan manusia hidup di dunia maupun hidup sesudah
mati. Beliau menjalankan pengabdian
dengan pengorbanan jiwa, raga dan harta hingga ajal menjemputnya.
Selain membaca
Rosululloh saw juga dikenalkan dengan alat tulis dan apa yang ditulisnya. Alat
tulis bisa dan yang ditulisnya dikenal dengan
kalam. Kalam merupakan makhluk pertama yang dicipta Allah swt. Kalam
inilah yang digunakan oleh para malaikat untuk mencatat. Lembaran catatan
amal tiap manusia digambarkan seluas
langit dan bumi. Khususnya pada manusia kita kenal zaman sebelum masehi manusia
menulis pada pelepah pohon, pada tanah yang kering pada tulang pada kulit
binatang dan sebagainya. Sedang alat tulisnya ada dari batu, besi dan
sebagainya. Para zaman Nabi juga memiliki lembaran catatan yang
dikenal dengan kitab atau mushaf (suhuf
Ibrahim, suhuf Musa dll). Pada zaman nabi Muhammad saw tulisan tulisan para
sahabat ada pada pelepah kurma dll.
Kemudian pada zaman sahabat tulisan itu disatukan dengan urutan sesuai
hafalan mereka dan sekarang mudah kita baca dalam bentuk tulisan dalam kertas
dengan bermacam-macam tinta.
Membaca yang dilakukan
Rosulullah atas perintah Allah adalah membaca karena Allah dan atas nama Allah.
Artinya tujuan utamanya adalah menedekatkan diri pada Allah swt. Dengan
demikian bacaan atau tulisan maupun karyanya mendukung keyakinannya untuk lebih
merendah di hadapan Allah swt. Bacaan, tulisan dan karyanya dapat memberi manfaat bagi kehidupan
diri sendiri dan kehidupan manusia yang banyak. Bacaan, tulisan dan hasi karya tersebut
tidak merusak morak maupun menimbulkan permasalahan bagi kehidupan manusia. Bacaan
,tulisan dan karya tersebut bukan sekedar mencari penghasilan dunia.
Literasi untuk berkarakter mulia
Pernahkah
kita baca buku karya Syeh Usaimin, Syeh Bin Bass, Kar mark, Al ghozali,
HAMKA, Munawar cholil dan juga para bintang film ternama? Bagaimana kehidupan mereka? Mereka
merupakan sosok yang memeliki kecerdasan
literasi yang ispiratif. Adakah kemanfaatan kecerdasannya untuk dunia
sekaligus akhirat? Atau hanya
kemanfaatan dunia saja. Atau untuk duniapun sekedar dinikmati kalangan tertentu sekaligus merusak jalan pikir manusia ? Jawaban pertanyaan ini
bisa variatif. Tetapi memberikan kita untuk jernih memilih dan bersikap agar
kecerdasan literasi yang kita kembangkan dapat membentuk karakter mulia.
Kerusakan moral yang
terjadi di abad 21 salah satu
sebabnya adalah kemajuan ilmu
pengetahuan dalam bidang literasi. Mereka menemukan teknologi canggih untuk
menyajikn karya sastra. Film dapat dibuat sedemikian hingga sehingga
pemain perempuan maupun lelaki kehilangan jati dirinya, demikian juga
penonton menikmati tayangan tanpa sadar menconohnya dan berkecanduan tidak bisa berhenti
meninggalkannya. Tayangan kartun dengan yang disukai anak anak memberikan
dampak kekerasan prilaku dan juga bermain cinta
sebelum waktunya dan bukan ada tempatnya. Buku, tabloid, komik dan
lainnya yang mengasyikkan dibaca
memberikan kesan kehidupan yang menyentuh
sekaligus ,menjadi inspirasi penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen.
Tetapi inspirasi itu sama sekali tidak memberikan manfaat dikemudin hari.
Contoh mengakhiri problem dengan minuman yang memabukkan, bunuh diri,
pembunuhan ataupun mencari kesenangan dan kebebasan hidup bisa dicontoh dari
film atau buku buku cerita fiktif.
Kenyataan di atas
menunjukkan betapa dahsyatnya kemampuan literasi berperan dalam kehidupan. Guru
Dahsyat tentunya memiliki peran dahsyat dalam pengembangan literasi. Sebuah
motivasi yang cukup tinggi agar peserta didik dan masyarakat dapat menikmati
hasil literasi yang bermanfaat medorong guru untuk bisa berkarya . Semakin cerdas guru
berliterasi maka semakin dasyat peserta didik mengembangkan kecerdasan literasinya. Mereka terbiasa
membaca, menulis, mengungkapkan isi bacaan, dan mengapresiasikan kemampuan
litersinya dalam karya nyata dengan menunjukkan karakter mulia.
Pengembangan literasi
guru hendaknya mengarah pada pembentukan karakter mulia. Karakter mulia imi
misalnya jujur, tentunya guru menunjukkan hasil karyanya jujur dari diri
sendiri bukan plagiat. Pesan moral yang tersirat dalam tulisan jelas dan
mendidik dalam segala aspek. Nilai keindahan yang menimbulkan ketertatikan
untuk dihayati atau dinikmati menyentuh kehidupan atau kebutuhan yang memberi
manfaat lahir maupun batin. Sebagai guru yang menganut taat beragama hasil
literasinya meningkatkan nilai taqwa bagi diri dan peminatnya. Literasi memberikan
karakter kerja keras. Hasil karyanya harus terselesaikan dengan tuntas dan
segera memulai karya baru yang segera
diselesaikan dan terus menerus . Pelakunya dapat memiliki nilai lebih dan kemampuannya meningkat serta dapat berbagi
pengetahuan kepada orang lain.
Tidak ada kata
terlambat untuk memulai literasi.
Permendikbud no 21 tahun 2015
tentang Penumbuhan Budi Pekerti dan
Permendikbud no 23 tahun 2015 tentang gerakan Literasi Sekolah. Kedua Permen
tersebut merupakan angin segar agar guru dan peserta didik meningkatkan
literasi dengan berbagai cara dan bentuk
karya. Media dan fasilitas juga tidak merupakan penghalang. Kemampuan mesti
memerlukan proses penumbuhan dan kemauan yang kuat dan terus menerus. Semangat
yang menurun memerlukan motivasi tercapainya tujuan yang mulia dan memberi manfaat.
Khususnya bagi guru PNS selain nilai karakter mulia yang dicapai karya yang
dihailkan juga memiliki Angka Kredi. Ketika ide terasa kosong mintalah kepada
Sang Maha Pemilik Ide karena ilmuNya sangat luas
disertai banyak membaca, mendengar, memperhatikan dan merenung. Katakanlah:
sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".(Q.S
.18 : 109)
Walaupun sangat
sederhana karya litersi bisa dimulai dengan menulis mading, menulis artikel,
menulis cerita fiksi yang penuh pesan moral. Biasa juga dalam bentuk antologi .
Bisa juga berupa buku ataupun jurnal . Bisa juga menulis dalam media sosial dan
blog. Hari ini peluang menulis dan mempublikasikan tulisan
cukup banyak salah satunya adalah
melalui blog dan juga penerbitan.
Tidak ada kata
terlambat untuk memperbaiki literasi.
Semangat berliterasi yang tinggi
diharapkan dapat memperbaiki karakter mulia / ahlaq mulia. Kesempatan mencapai harapan itu terbentang
luas. Perubahan perbaikan
tepat sekali dimulai dari lierasi atau bahasa. Hal ini diperkuat adanya mindset yang benar dan bahasa yang baik maka
Pemilik Ilmu akan campur tangan memperbaiki hasil karya yang kita kerjakan.
Sebagaimana pernyataan bahasa adalah bangsa. Dan juga kalimat yang turun dari
Pemilik bahasa menyatakan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya
dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah dia seorang yang mempunyai
kedudukan terhormat di sisi Allah. Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah
perkataan yang benar. Niscaya Allah
memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan
barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat
kemenangan yang besar.” (Q.S 33:69-71)
(Artikel ini sudah terbit dalam antologi)
No comments:
Post a Comment