Blog Archive

Saturday, March 10, 2018

LITERASI UNTUK BERAHLAQ MULIA


 LITERASI  UNTUK  BERKARAKTER MULIA

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.   Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat  Siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S Al Qolam:1-7)

            Literasi  merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis dan memahami serta mengekspresikan tulisan, lisan, angka, grafik, gambar, suara maupun film. Orang  yang mampu mengembangkan kecerdasan litersasi biasanya memiliki karya berupa tulisan santra  atau  karya  ilmiyah, bisa tampil berpidato /ceramah/orasi, bisa bermain peran/acting seperti pentas seni, bermain film dan sebagainya. Kecerdasan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan diri dan orang lain. Namun Kecerdasan ini perlu dikendalikn dengan kecerdasan  kecerdasan yang lain seperti kecerdasan emosinal, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan litersasi yang didukung oleh berbagai kecerdasan lain akan  membantu mengarahkan prilakunya terhadap pembentukan kepribadian  mulia  dan bermanfaat luas.

Merenungkan Perintah literasi Nabi Muhammad saw
Apakah ada yang diragukan dengan penobatan Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi di akhir zaman  ? Masa hidup Muhammad bin Abdullah adalah tahun  571 M- 632 M sedangkan  Phytagoras tahun  570 SM- 475 SM , Plato tahun 427 SM- 347  SM, Aristoteles tahun 384 SM- 322SM.  Saat Muhammad bin Abdullah lahir ilmuwan Yunani telah mampu mengeluarkan teori teori ilmiyah . Dan di Yunani pula sudah terdapat  lembaga pendidikan yang hebat yang mengajarkan tetntang filsafat . Tetapi Muhammad bin Abdullah sedikitpun tidak mencium aliran pendidikan Yunani yang dikelola oleh para filosofi. Keluarga  Muhmmad bin Abdullah merupakan keluarga bangsawan  yang  memiliki budi pekerti baik. Saat Muhammad bin Abdullah berusia  25 tahun menikah dengan seorang saudagar yang hebat dan dengan mahar yang cukup besar dari hasil berdagangnya. Setelah usia 40 tahun Beliau merasa prihatin  dengan kehidupan masyarakat sekitar yang hidup sewenang- wenang dan banyak kerusakan moral.Kerusakan itu seperti  sangat  minum minuman memabukkan, kekerasan, banyak perempuan menjadi pelacur / pergaulan bebas bahkan pembunuhan hanya karena membela suku. Kondisi ini membuat Beliau memilih menyendiri di Gua Hiro jauh dari rumahnya. Beliau makan makanan yang diantar oleh Khodijah istri Beliau. Istri Beliau  berumur 55 tahun  setiap hari  berjalan kaki mengantarnya   tanpa mengeluh.
Saat beliau menyendiri  di Gua ini datanglah Malaikat Jibril.    Malaikat Jibril  datang meminta  agar Beliau  membaca. Beliau  ketakutan sambil mengatakan bahwa   dirinya buta huruf tidak bisa membaca. Maka diperintahkan lagi ‘bacalah dengan menyebut nama Penciptamu’ maka Nabipun bergegas menirukannya.
Malaikat datang tiba-tiba, lalu berkata, bacalah’. Rasulullah saw. Menjawab, aku bukanlah seorang yang pandai membaca’. Kata Rasullah saw, ‘lalu dia mengambilku, kamudian  memelukku hingga aku pun marapasksa kapayahan. Setalah itu, dia melepaskanku, lalu dia mengatakan,’Bacalah’. Aku menjawab lagi, ‘Aku tidak pandai meambaca.’ Lalu untuk yang kedua kalinya dia memelukku kembali sehingga aku pun merasa kepayahan. Setalah itu dia melepaskanku dan mengatakan, ‘Bacalah’. Aku pun berkata lagi, ‘Aku tidak dapat membaca’. Untuk yang ketiga kalinya dia memelukku sehingga aku pun merasa payah. Setelah itu dia melaskan aku dan membacakan,’Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah manciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Ibnu Katsir:4 hal 1011)
Peristiwa  tersebut  membuat Muhammad bin Abdullah  gemetar dan pulang  ke rumah khodijah . Khodijah menenangkannya kemudian   menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abduluzza bin Kusyai seorang nasrani yang menulis kitab berbahasa arab dan menulis Injil dengan bahasa ibrani. Waraqah yakin  Beliau adalah orang yang disebutkan sesuai tanda tanda dalam Injil sebagai Nabi terakhir menemui  . Khadijahpun kembali ke rumah dan mengajak suaminya menemui Waraqoh agar suaminya mendengar langsung arti semua peristiwa tersebut. Waroqohpun menjelaskan bahwa   Muhammad bin Abdullah adalah Nabi Allah yang nantinya menyelamatkan manusia tetapi akan mengalami tekanan dan tantangan yang luar biasa. Waraqah merasa bangga bisa menjumpai Nabi terakhir sehingga  dalam pembicaannya  mengucapkan ,‘bila aku masih hidup dimasamu tentu aku akan menolongmu dengan pertolongan yang sangat kuat’.
            Dari peristiwa itu bisa diketahui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf dan mulai membaca di awal kenabian dalam usia 40 tahun. Dukungan moral pertama adalah istri tercintanya. Kemudian dalam kehidupan berikutnya  Rosululloh benar benar teruji kemampuannya dalam banyak hal baik kemampuannya dalam berbicara maupun kemampuan lainnya. Bicaranya mantab dan jelas serta banyak metode digunakan  atas petunjuk Allah swt. Semua yang diajarkan dapat dihafal dan disampaikan kepada para sahabatnya. Para sahabatnya menulis pada pelepah kurma danlain sebaginya agar terhindar dari lupa. Sehingga benar bagawa tulisan adalah tambatan ilmu.

Muhammad rosululloh saw dengan jabatan seorang Rosul tugas utamanya adalah memeperbaiki karakter / ahlaq  manusia. Beliau tidak belajar dari para  filosof  tetapi belajar dari ilmu  Allah secara langsung dengan kurikulum yang dan materi yang  dan bertujuan jelas. Pendidikan Beliau  sangat istimewa. Beliaupun sampai dianggap gila karena keberaniannya untuk memperbaiki masyarakat sesuai dengan pendidian yang diterimanya. Beliau memanfaatkan kemampuannya mendidik para sahabat sehingga pra sahabat memiliki ahlaq yang mulia. Para sahabat bisa meninggalkan khomer yang memabukkan, mininggalkan zina, meninggalkan mengubur perempuan hidup, meninggalkan perampokan dan sebagainya.   Ini dikisahkan dal Q.S. Al Qolam ayat 1-7 yag artinya  Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.  Dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.   Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat  Siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Membaca itu sangat istimewa. Membaca merupakan perintah pertama pada seorang yang buta huruf sebelum menjalankan perintah lainnya. Membaca menjadi modal dasar untuk mengetahui ilmu ilmu berikutnya. Membaca didasari dengan menyebut nama Tuhan atau dengan bismillah akan terarah dengan baik. Membaca hingga memahami nama dan sifat Tuhan . Membaca diri sendiri dari mana berasal dan bagaimanan akan dikembalikan. Membaca kehidupan untuk bisa mengambil pelajaran dari alam sekitar. Membaca di sini bermakna pula menghafal dan memahami  menerapkan dan menyerukan dalam kehidupan sehari hari. Dalam belajar  ranah koqnigtif, afektif dan psikomotorik menyatu dalam kehidupan nyata. Hal ini nampak pada diri Muhammad Rosulullah saw, Beliau bertambah cerdas, taat pada Yang Maha Mendidik. Beliau  mengembangkan  mempraktekkan pelajarannya untuk kepentingan dan keselamatan  manusia hidup di dunia maupun hidup sesudah mati.  Beliau menjalankan pengabdian dengan pengorbanan jiwa, raga dan harta hingga ajal menjemputnya.
Selain membaca Rosululloh saw juga dikenalkan dengan alat tulis dan apa yang ditulisnya. Alat tulis bisa dan yang ditulisnya dikenal dengan  kalam. Kalam merupakan makhluk pertama yang dicipta Allah swt. Kalam inilah yang digunakan oleh para malaikat untuk mencatat. Lembaran catatan amal  tiap manusia digambarkan seluas langit dan bumi. Khususnya pada manusia kita kenal zaman sebelum masehi manusia menulis pada pelepah pohon, pada tanah yang kering pada tulang pada kulit binatang dan sebagainya. Sedang alat tulisnya ada dari batu, besi dan sebagainya. Para  zaman  Nabi juga memiliki lembaran catatan yang dikenal dengan kitab atau mushaf  (suhuf Ibrahim, suhuf Musa dll). Pada zaman nabi Muhammad saw tulisan tulisan para sahabat ada pada pelepah kurma dll.  Kemudian pada zaman sahabat tulisan itu disatukan dengan urutan sesuai hafalan mereka dan sekarang mudah kita baca dalam bentuk tulisan dalam kertas dengan bermacam-macam tinta.
Membaca yang dilakukan Rosulullah atas perintah Allah adalah membaca karena Allah dan atas nama Allah. Artinya tujuan utamanya adalah menedekatkan diri pada Allah swt. Dengan demikian bacaan atau tulisan maupun karyanya mendukung keyakinannya untuk lebih merendah di hadapan Allah swt. Bacaan, tulisan dan karyanya dapat memberi manfaat bagi kehidupan diri sendiri dan kehidupan manusia yang banyak. Bacaan, tulisan dan hasi karya tersebut tidak merusak morak maupun menimbulkan permasalahan bagi kehidupan manusia. Bacaan ,tulisan dan karya tersebut bukan sekedar mencari penghasilan dunia.
Literasi untuk berkarakter mulia
Pernahkah kita baca buku karya Syeh Usaimin, Syeh Bin Bass, Kar mark, Al ghozali, HAMKA, Munawar cholil dan juga para bintang film ternama?  Bagaimana kehidupan mereka? Mereka merupakan  sosok yang memeliki kecerdasan literasi yang ispiratif. Adakah kemanfaatan kecerdasannya untuk dunia sekaligus  akhirat? Atau hanya kemanfaatan dunia saja. Atau untuk duniapun sekedar dinikmati  kalangan tertentu sekaligus merusak  jalan pikir manusia ? Jawaban pertanyaan ini bisa variatif. Tetapi memberikan kita untuk jernih memilih dan bersikap agar kecerdasan literasi yang kita kembangkan dapat membentuk karakter mulia.
Kerusakan moral yang terjadi di abad 21  salah satu sebabnya  adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang literasi. Mereka menemukan teknologi canggih untuk menyajikn karya sastra. Film dapat dibuat sedemikian hingga sehingga pemain  perempuan maupun lelaki  kehilangan jati dirinya, demikian juga penonton menikmati tayangan tanpa sadar menconohnya  dan berkecanduan tidak bisa berhenti meninggalkannya. Tayangan kartun dengan yang disukai anak anak memberikan dampak kekerasan prilaku dan juga bermain cinta  sebelum waktunya dan bukan ada tempatnya. Buku, tabloid, komik dan lainnya  yang mengasyikkan dibaca memberikan kesan kehidupan yang menyentuh  sekaligus ,menjadi inspirasi penyelesaian masalah yang dihadapi konsumen. Tetapi inspirasi itu sama sekali tidak memberikan manfaat dikemudin hari. Contoh mengakhiri problem dengan minuman yang memabukkan, bunuh diri, pembunuhan ataupun mencari kesenangan dan kebebasan hidup bisa dicontoh dari film atau buku buku cerita fiktif.
Kenyataan di atas menunjukkan betapa dahsyatnya kemampuan literasi berperan dalam kehidupan. Guru Dahsyat tentunya memiliki peran dahsyat dalam pengembangan literasi. Sebuah motivasi yang cukup tinggi agar peserta didik dan masyarakat dapat menikmati hasil literasi yang bermanfaat medorong guru untuk  bisa berkarya . Semakin cerdas guru berliterasi maka semakin dasyat peserta didik mengembangkan  kecerdasan literasinya. Mereka terbiasa membaca, menulis, mengungkapkan isi bacaan, dan mengapresiasikan kemampuan litersinya dalam karya nyata dengan menunjukkan karakter mulia.
Pengembangan literasi guru hendaknya mengarah pada pembentukan karakter mulia. Karakter mulia imi misalnya jujur, tentunya guru menunjukkan hasil karyanya jujur dari diri sendiri bukan plagiat. Pesan moral yang tersirat dalam tulisan jelas dan mendidik dalam segala aspek. Nilai keindahan yang menimbulkan ketertatikan untuk dihayati atau dinikmati menyentuh kehidupan atau kebutuhan yang memberi manfaat lahir maupun batin. Sebagai guru yang menganut taat beragama hasil literasinya meningkatkan nilai taqwa bagi diri dan peminatnya. Literasi memberikan karakter kerja keras. Hasil karyanya harus terselesaikan dengan tuntas dan segera memulai karya baru  yang segera diselesaikan dan terus menerus . Pelakunya dapat  memiliki nilai lebih dan  kemampuannya meningkat serta dapat berbagi pengetahuan kepada orang lain.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai  literasi. Permendikbud  no 21 tahun 2015 tentang  Penumbuhan Budi Pekerti dan Permendikbud no 23 tahun 2015 tentang gerakan Literasi Sekolah. Kedua Permen tersebut merupakan angin segar agar guru dan peserta didik meningkatkan literasi dengan  berbagai cara dan bentuk karya. Media dan fasilitas juga tidak merupakan penghalang. Kemampuan mesti memerlukan proses penumbuhan dan kemauan yang kuat dan terus menerus. Semangat yang menurun memerlukan motivasi tercapainya tujuan yang mulia dan memberi manfaat. Khususnya bagi guru PNS selain nilai karakter mulia yang dicapai karya yang dihailkan juga memiliki Angka Kredi. Ketika ide terasa kosong mintalah kepada Sang Maha Pemilik Ide karena  ilmuNya  sangat luas  disertai banyak membaca, mendengar, memperhatikan dan merenung.   Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".(Q.S .18 : 109)
Walaupun sangat sederhana karya litersi bisa dimulai dengan menulis mading, menulis artikel, menulis cerita fiksi yang penuh pesan moral. Biasa juga dalam bentuk antologi . Bisa juga berupa buku ataupun jurnal . Bisa juga menulis dalam media sosial dan blog.   Hari ini peluang menulis dan mempublikasikan  tulisan cukup banyak salah satunya adalah melalui blog dan juga penerbitan.
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki literasi.  Semangat berliterasi  yang tinggi diharapkan dapat memperbaiki karakter mulia / ahlaq mulia.  Kesempatan mencapai harapan itu terbentang luas. Perubahan perbaikan tepat sekali dimulai dari lierasi atau bahasa. Hal ini diperkuat adanya  mindset yang benar dan bahasa yang baik maka Pemilik Ilmu akan campur tangan memperbaiki hasil karya yang kita kerjakan. Sebagaimana pernyataan bahasa adalah bangsa. Dan juga kalimat yang turun dari Pemilik bahasa menyatakan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar.  Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S 33:69-71)

(Artikel ini sudah terbit dalam antologi)


No comments:

Post a Comment

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Be...