Blog Archive

Tuesday, April 10, 2018

BUMI






                                    BUMI TEMPAT  AKU BERKARYA

Dentuman keras  pembelahan suatu planet raksasa  pertanda  hari jadimu
Kau berpasangan dengan langit biru nan ceria
Lumut dan perdu menyelimuti wajah  nan  suci
Gunung gunung meninggi bak pasak kekuatan kau  berdiri

Mata air nan jernih gemericik,  menyapa   alam berseri, menyirami biji
Sepi dari pertikaian , permusuhan bahkan  pertumpahan darah
Kau terhampar luas tempat Ayah Bunda  melepas syurga pertama
Dan  kau  tahu diri  tak  sanggup   menjadi pengemban amanah risalah Illahi

Aku dan semua tak mengenali usiamu yang sebenarnya
Wajahmu kusam penuh asap dan debu
Kulitmu keriput , kering karena pepohonan telah hilang
Perutmu tak elok karena logam  mulia   telah terangkat entah kemana
Tulangmu  mengeropos  karena terekploitasi cairan   dari  sari sumsummu
Kau demam karena  tiupan angin kencang   menerpa tubuhmu silih berganti

Bumi
Kau tempat  aku dan semua  berkarya
mengukir indah kehidupan, mengekpresikan kemahiran
Kau tempat  aku dan semua  berlari mengejar impian
Namun aku dan semua menumbuhkan  kegalauanmu
Menambah lukisan   kerut wajahmu, mengundang  kegelisahanmu

Hingga kau meluapkan amarah dengan gerakan misterimu
Kau menangis dan menjerit  mengundang empati  untuk  peduli
Kau keluarkan cairan perut hingga membanjiri banyak negeri
Kau  berkipas hingga bangunan terhempas
Kau  meronta hingga gempa luluh lantahkan kota
Kau mengaung menggetarkan ribuan jiwa

Bumi
Maafkan aku dan semua
Walau terlanjur salah aku dan semua mengerti pentingnya dirimu
Walau terlanjur luka aku meminta  minumlah obat agar kau kembali sehat
Walau terlanjur menderita  hijaulah  permukaanmu lantaran tanaman  didapat
Kencangkan kembali kulitmu lantaran terpelihara kembali mata air 

Bumi
Kuatkanlah tubuhmu lantaran semua ini
Tahanlah gejolak gerakmu  walau peluru dan meriam menembusmu
Tahanlah untuk selalu  serasi  pertanda masih ada hari
Aku dan semua smoga bisa  menjaga dan merawat  hingga akhir nanti
Agar aku dan semua lega di hari pertanggung jawaban nanti

Lombok Timur,  Des 2017






 

 





No comments:

Post a Comment

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK

BERCERITA MENYENTUH BANYAK ASPEK Setiap orang tua yang sehat mendambakan putra putrinya memiliki masa depan yang cerah. Be...