BUMI
TEMPAT AKU BERKARYA
Dentuman
keras pembelahan suatu planet
raksasa pertanda hari jadimu
Kau
berpasangan dengan langit biru nan ceria
Lumut
dan perdu menyelimuti wajah nan suci
Gunung
gunung meninggi bak pasak kekuatan kau
berdiri
Mata
air nan jernih gemericik, menyapa alam berseri, menyirami biji
Sepi
dari pertikaian , permusuhan bahkan
pertumpahan darah
Kau
terhampar luas tempat Ayah Bunda melepas
syurga pertama
Dan kau
tahu diri tak sanggup menjadi
pengemban amanah risalah Illahi
Aku dan semua tak mengenali usiamu yang sebenarnya
Wajahmu kusam penuh asap dan debu
Kulitmu keriput , kering karena pepohonan telah
hilang
Perutmu tak elok
karena logam mulia telah
terangkat entah kemana
Tulangmu
mengeropos karena terekploitasi
cairan dari sari sumsummu
Kau demam karena tiupan angin kencang menerpa tubuhmu silih berganti
Bumi
Kau
tempat aku dan semua berkarya
mengukir
indah kehidupan, mengekpresikan kemahiran
Kau
tempat aku dan semua berlari mengejar impian
Namun
aku dan semua menumbuhkan kegalauanmu
Menambah lukisan kerut wajahmu, mengundang kegelisahanmu
Hingga
kau meluapkan amarah dengan gerakan misterimu
Kau
menangis dan menjerit mengundang
empati untuk peduli
Kau
keluarkan cairan perut hingga membanjiri banyak negeri
Kau berkipas hingga bangunan terhempas
Kau
meronta hingga gempa luluh lantahkan
kota
Kau
mengaung menggetarkan ribuan jiwa
Bumi
Maafkan aku dan semua
Walau terlanjur salah aku dan semua mengerti
pentingnya dirimu
Walau terlanjur luka aku meminta minumlah obat agar kau kembali sehat
Walau terlanjur menderita hijaulah
permukaanmu lantaran tanaman didapat
Kencangkan kembali kulitmu lantaran terpelihara
kembali mata air
Bumi
Kuatkanlah tubuhmu lantaran semua ini
Tahanlah gejolak gerakmu walau peluru dan meriam menembusmu
Tahanlah untuk
selalu serasi pertanda masih ada hari
Aku dan semua smoga bisa menjaga dan merawat hingga akhir nanti
Agar aku dan
semua lega di hari pertanggung jawaban nanti
Lombok Timur, Des 2017

No comments:
Post a Comment