RINDU SENYUM GURUKU
Pagi
ceria mataku tak berkedip
Memandang
bayangan cermin terpadu rapi dan maching
Mimpi
mimpiku melangit
Hati
berbunga serasa dunia ini milikku sendiri
Terukir
harapan menjadi diri yang berguna
Sarjana
Pendidikan melengkapi papan nama
Buku
dan pena kan kubawa
Sampai
tujuan senyum salam sapa dan gembira
Mereka
adalah kertas kertas tak berwarna
Titik
dan garis mulai menghias
Membekas menembus batas
Hingga
tampak warna dan bentuk yang jelas
Sampai
suatu waktu di antara mereka
Menyandang
gelar dan panggilan yang sama
Aku
sadar senja pasti tiba
Tak
layak menutup prestasi anak muda
Ucapku
perlahan dalam keheningan malam bersama
linangan air mata
Saat
itu aku tak mengenal huruf mapun angka
Jari
lembutmu diatas jariku yang kaku memegang pena hingga aku bisa
Kelembutanmu
mengantarkan aku bisa membaca, menggambar dan berkarya
Upah
kecil mencukupi kehidupan tampak pada baju sepatu sederhana
Kau
guru mendidikku sepenuh hati dan jiwa raga
Zaman
maya merubah warna senyuman
Walau
duduk bersama tiada senyum menawan
Guru
muda lebih suka bercanda dengan dunia maya
Kemana senyummu
kenapa sibuk seminar dan hanya
menagih pintar ?
Kadang
aku membaca tak jauh beda gaya selebretis manca negara
Kadang
juga lembaran rupiah saja yang ditanda
Aku
sempat bertanya pada bocah bocah, senyum mana yang kau rindukan ?
Senyum
guru yang membuat harapanku terwujud, jawabnya
Senyum
guru yang penuh inspirasi, jawabnya
Senyum
guru yang membalut semua luka, jawabnya
Senyum
guru yang mengajak aku ingat Yang Maha Hidup, jawabnya
Senyum
guru yang tulus saat aku di sekolah maupun di tidak, jawabnya
Guru
muda guru penuh semangat kebangkitan
Bahtera
berlayar mengantarkan diri dan bocah
menuju cita
Indahnya
negeri tampak dari lukisanmu
Harumnya
badan tercium dari aromamu
Sejuknya
udara ada campur nafasmu
Emasnya
Indonesia berawal dari pikiranmu
#antologi
guru

No comments:
Post a Comment